PERJUANGAN PEMBANGUNAN PERLU TEKAD BULAT DAN KERELAAN BERKORBAN

PERJUANGAN PEMBANGUNAN PERLU TEKAD BULAT DAN KERELAAN BERKORBAN

PRESIDEN :

Presiden Soeharto menyatakan, dalam perjuangan pembangunan ini diperlukan tekad yang bulat dengan kerelaan berkorban dan keberanian untuk bertindak, sebab hanya dengan itulah segala rintangan dan cobaan dalam pembangunan dapat diatasi.

Presiden mengemukakan hal itu Sabtu malam dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Pangkowilhan II Letjen TNI Wiyogo Atmodarminto pada malam silaturahmi eks angkatan muda pejuang 45/Diponegoro di monumen Sasana Wiratama Tegalrejo, Yogyakarta.

Presiden mengemukakan, lebih dari empat windu yang lalu bangsa Indonesia bangkit dan berjuang menegakkan kemerdekaan dengan segala kekurangannya, tidak mempunyai aparatur pemerintahan yang lengkap untuk mengatur kehidupan bemegara, tidak mempunyai modal materi yang cukup untuk membangun dan masin banyak kekurangan lainnya.

Tetapi ada satu modal yang paling besar dan kuat, yaitu tekad yang membaja untuk merdeka saat itu juga. Dan tekad itu dibuktikan dengan kerelaan untuk berkorban dan keberanian untuk bertindak.

Tekad ini dapat dikatakan merata meliputi seluruh tanah air, terutama di pusat­pusat daerah perjuangan bersenjata. Yang melahirkan tekad itu adalah prinsip yang dijunjung tinggi bersama, yaitu Indonesia merdeka berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dan dalam alam kemerdekaan itu bersama-sama membangun negara yang merdeka bersatu, adil dan makmur, yang hasilnya akan dinikmati bersama pula.

Jadi Cita-cita

Presiden selanjutnya mengemukakan, prinsip itu sekaligus menjadi cita-cita dalam jangka panjang : "Karena itu tugas kita adalah mencapai cita-cita jangka panjang itu, yaitu memberi isi kepada kemerdekaan ini dengan melaksanakan pembangunan yang arahnya tetap konsekuen pada cita-cita kemerdekaan itu”.

Memang, demikian Presiden, inilah yang sekarang sedang ditempuh dan terus dilanjutkan dalam melaksanakan pembangunan bangsa dan negara dengan melaksanakan pembangunan melalui Repelita I, II dan III sampai saat ini, kemajuan itu tampak sampai ke pelosok dan di banyak bidang.

Presiden kemudian mengajak para hadirin untuk memelihara tekad juang tersebut dan menyebarluaskannya.

Sultan Hamengku Buwono IX dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Gubernur DIY Paku Alam VIII menegaskan, pejuang tidak pernah mengenal kata berakhirnya tugas. Juga sebagai patriot bangsa, tidak pernah pula mengenal keluhan serta rintangan yang dihadapi.

"Saya merasa bangga, walau sudah lanjut usia, tidak henti-hentinya mengadakan usaha yang penuh kreasi untuk kemajuan bangsa, negara dan generasi mendatang, ‘demikian Sultan, yang menyatakan kegembiraannya karena ada pemikiran untuk mengusahakan pendidikan kejuruan bagi anak putus sekolah dan juga mengusahakan rumah sakit.

Sultan mengemukakan, peninggalan nilai-nilai 45 yang akan diwariskan kepada generasi mendatang memerlukan penulisan sejarah yang benar, di mana generasi penerus akan menilai dan mengkajinya.

Malam silaturahmi itu dihadiri oleh Pangdam VII/Diponegoro Mayjen Ismail dan tokoh-tokoh eks pejuang 45/Diponegoro al. Sudarsono, komandan Divisi III yang telah berusia 87 tahun, HAKI Churmain (Wakil Gubernur DKl Jaya), Widodo (eks.KASAD), Sutikno Lukito Disastro (Sekjen Deppen), Goenarso, Prof. Harjosudirdjo, Ny. Rusiah Sardjono, Ny. Arudji Kartawinata, Ny. Ratu Asiah Hasan, Ny. Like Sadikin, Ny. Supeno serta puluhan pejuang 45/Diponegoro.

Dalam kesempatan itu, keluarga pahlawan Faridan di Yogyakarta menyerahkan baju yang pernah dipakai oleh Faridan yang meninggal dunia dalam perebutan kekuasaan dengan Jepang di Kota baru, Yogyakarta, September 1945 kepada panitia untuk dapat disimpan di museum.

Selesai upacara resmi, dilanjutkan dengan acara pelepas rindu antara sesama warga 45 Diponegoro. (RA)

Yogyakarta, Antara

Sumber : ANTARA (20/06/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 1019-1020.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.