Peristiwa 17 Oktober 1952

Peristiwa 17 Oktober 1952[1]

 

EMPAT bulan setelah melakukan mutasi para panglima, pada 17 Oktober 1952, KSAD Kolonel AH Nasution dan pasukan mengadakan demonstrasi di depan Istana dengan membawa meriam dan mengarahkan moncongnya ke Istana, menuntut Presiden Soekarno membubarkan Parlemen.

Nasution menganggap parlemen sudah terlalu jauh mencampuri urusan internal Angkatan Darat, dan nuansa kebatinan pada waktu itu belum lama usai dari perang kemerdekaan, di mana tentara memandang sebelah mata para politisi yang menaikkan bendera putih saat agresi militer Belanda kedua, 19 Desember 1948.

Presiden Soekarno menanggapi aksi demo yang dilakukan oleh Nasution dan pasukannya dengan mengatakan bahwa ia tidak bisa membubarkan parlemen karena Soekarno bukan diktator.

____________________________________________________________

[1]Noor Johan Nuh,  “Pak Harto dari Mayor ke Jenderal Besar”, Jakarta : Yayasan Kajian Citra Bangsa, hlm 34.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.