Peringatan Satu Tahun lbu Negara Wafat, Presiden Soeharto dan Keluarga Bertafakur di Mesjid Giribangun

Peringatan Satu Tahun lbu Negara Wafat, Presiden Soeharto dan Keluarga Bertafakur di Mesjid Giribangun[1]

 

 

Solo, Kompas

Presiden Soeharto dan keluarga hari Rabu (16/4) melakukan sembahyang jamaah di Mesjid Giribangun dalam rangka ziarah ke makam lbu Negara, Ny Tien Soeharto, di Astana Giribangun. Usai melakukan sembahyang Ashar, Presiden masih melanjutkan bertafakur secara khusyuk hingga menjelang Maghrib. Sembahyang jamaah ini diikuti sejumlah menteri Kabinet Pembangunan VI, Panglima ABRI, Kepala Staf Angkatan, Sukamdani Sahid Gitosardjono, dan Probosutedjo yang masih kerabat keluarga, dan tamu undangan.

Ziarah di Astana Giribangun, Karanganyar dalam rangka peringatan satu tahun wafat Ny Tien Soeharto kali ini diikuti kalangan terbatas. Peringatan wafat yang dalam bahasa Jawa disebut pendhak pisan (satu tahun) merupakan tradisi setempat.

Rombongan Presiden dan keluarga yang tiba lewat Bandara Adisumarmo Solo singgah sejenak di Ndalem Kalitan pukul 13.00 WIB. Sementara para menteri kabinet dan tamu undangan sudah berada di Giribangun, sekitar 35 km arah timur kota Solo. Hujan deras mengguyur wilayah sekitar Giribangun, satu jam sebelum Presiden dan keluarga tiba di Astana Giribangun pukul 14.40 WIB.

Setelah Presiden mengambil air sembahyang, seluruh hadirin memanjatkan doa tahlil di dalam bangunan cungkup makam Argosari tempat lbu Negara disemayamkan. Tahlilan ini berlangsung selama satu jam. Kemudian dilanjutkan upacara tabur bunga di pusara Ny Tien Soeharto yang berdampingan dengan makam kedua orangtuanya, KPH Soemohatjomo.

Acara tabur bunga ini diawali oleh Presiden Soeharto lalu diikuti para putra-putri serta menantu. Semua putra-putri nampak hadir; Mbak Tutut, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmojo, Titik Prabowo, Mamiek dan Tommy. Menurut sumber yang mengikuti upacara ziarah, kali itu Tata, calon istri Tommy Soeharto, yang ‘diincar’ pers bakal hadir di Giribangun ternyata tidak tampak diantara undangan.

Para menteri Kabinet VI yang hadir di antaranya, Mensesneg Moerdiono, Menpen Harmoko, Mendikbud Wardiman Djojonegoro, Menkop dan PPK Subiakto Tjakrawerdaya, Menpera Akbar Tandjung, Menpora Hayono Isman, Menteri PU Radinal Moochtar, Menristek BJ Habibie, Menkes Suyudi dan Mensekkab Saadilah Mursyid. Pangab Jenderal TNI Feisal Tanjung juga disertai oleh segenap kastaf; KSAD Jenderal TNI R. Hartono, KSAU Marsekal Madya TNI Sutria Tubagus, KSAL. LaksamanaMadya TNI Arief Kushariadi dan Kapolri Letjen (Pol) Dibyo Widodo.

Dari kalangan pengusaha yang tampak hadir di antaranya; Sudono Salim, Prajogo Pangestu, Ciputra, dan Setiawan Djody.

Setelah melakukan tahlilan, seluruh rombongan menuju ke mesjid Giribangun yang terletak sekitar 30 meter sebelah timur bangunan Astana Giribangun untuk sembahyang Ashar. Presiden dan keluarga serta seluruh rombongan peziarah turun dari Giribangun setelah melakukan sembahyang Maghrib bersama, pukul 18.15 WIB. (asa)

Sumber: KOMPAS (17/04/1997)

_________________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 688-689.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.