PERGURUAN TINGGI PEMERINTAH GUNAKAN BUKU STANDAR SEJARAH NASIONAL

Presiden Perintahkan

PERGURUAN TINGGI PEMERINTAH GUNAKAN BUKU STANDAR SEJARAH NASIONAL [1]

 

Jakarta, Suara Karya

RESIDEN SOEHARTO memerintahkan kepada Menteri P & K Sjarif Thajeb agar segenap sekolah dan Perguruan Tinggi Pemerintah menggunakan buku sejarah nasional hasil karya Team Penyusunan Buku Standar Sejarah Nasional, sebagai buku pelajaran sejarah yang resmi. Untuk sekolah swasta tidak diharuskan mempergunakannya.

Demikian dikatakan oleh Wakil Ketua Team Penyusun Buku Standar Sejarah Nasional, Brigjen Drs. Nugroho Notosusanto kepada pers setelah bersama anggota team menghadap Presiden Soeharto di Bina Graha kemarin.

Para anggota team yang diantar oleh Menteri P & K Sjarif Thajeb itu, telah pula menyerahkan 6 jilid buku sejarah nasional edisi I Kepada Presiden Soeharto.

Ketua team, Prof. Dr. Sartono K yang juga hadir, mengatakan kepada pers bahwa pelajaran sejarah untuk anak2 didik kita pada saat ini sangat memprihatinkan, pada hal pelajaran sejarah sangat penting peranannya bagi pemantapan identitas nasional.

Dikatakan banyak buku2 sejarah, yang ditulis oleh orang2 Barat, dengan memakai kacamata mereka sendiri dan dengan titik tolak kepentingan mereka. Sedang sejarah nasional Indonesia yang disusun oleh team ini adalah berdasarkan kacamata Indonesia sendiri.

Dikemukakan sebagai contoh adalah penulisan sejarah Pangeran Diponegoro yang selama ini ada, kelihatan sekali dilukiskan sebenarnya bukan sejarah Pangeran Diponegoro tetapi sejarah militer Belanda dalam mengejar dan menangkap Pangeran Diponegoro.

Dalam buku sejarah yang dihasilkan oleh team tersebut, mengenai sejarah Pangeran Diponegoro benar2 akan dilukiskan tentang peri kehidupan Pangeran Diponegoro.

Terdiri 6 Jilid

Buku sejarah nasional yang telah disusun oleh team tersebut terdiri dari 6 jilid, masing2 meliputi Zaman Prasejarah, Zaman Kuno, Zaman Pertumbuhan dan Perkembangan Kerajaan2 Islam, Zaman Abad 18 dan 19, Zaman Kebangkitan Nasional dan akhir masa Hindia Belanda serta Zaman Jepang dan Republik Indonesia.

Penyusunannya masing2 diketuai oleh Dr. Sujono, Dr. Bambang Sumardjo, Drs. Oka Candrasasmita, Drs. Sucipto, Drs. Jusmar Basri dan Drs. Nugroho Notosusanto. Penyususnan itu selesai dalam waktu 4 tahun dari waktu 2 tahun yang ditetapkan.

Buku2 tersebut telah selesai dicetak untuk Edisi I yang keseluruhannya dibagikan kepada para pejabat Pemerintah, dan kini sedang dicetak Edisi II dan juga akan diadakan pencetakan untuk umum.

Dengan berhasilnya penyusunan Sejarah Nasional oleh team tersebut, Dr. Sartono menyatakan bahwa ini tidak berarti buku2 sejarah nasional yang telah ada selama ini harus dikesampingkan. Penulisan sejarah adalah berkembang, demikian katanya.

Perlu diketahui bahwa Team Penyusun Buku Standar Sejarah Nasional yang menghadap Presiden Soeharto kemarin adalah Prof. Dr. Sartono K, Dr. Marwati Djunet Pusponegoro, Brigjen Drs. Nugroho Notosusanto, Drs. Bambang Sumardjo, Drs. RP. Sujono, Drs. Oka Candrasasmita dan Drs. Yuamaz Basri. (DTS)

Sumber:   SUARA KARYA (19/03/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 201-202.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.