PERBEDAAN AGAMA JANGAN TIMBULKAN PERPECAHAN

PERBEDAAN AGAMA JANGAN TIMBULKAN PERPECAHAN

Presiden Pada Peserta Raker MUI

Adanya perbedaan agama diantara sesama bangsa kita jangan sampai membuat mereka saling menjauhi.

Mereka seharusnya saling menghormati dan bekerja sama sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang ditakdirkan hidup sebagai satu bangsa, bahkan haruslah selalu disadari bahwa semua agama yang hidup di tanah air kita ini mengajarkan dan menganjurkan para pemeluknya agar di samping mengagungkan Tuhan Yang Maha Esa menurut cara dan kepercayaan mereka masing­masing juga hendaknya selalu berbuat baik kepada sesama mahluk Tuhan.

Hal ini dikatakan Presiden Soeharto dalam sambutannya pada saat menerima para peserta rapat kerja nasional Majelis Ulama Indonesia Rabu kemarin di Istana Negara dihadapan 540 orang anggotanya.

Lebih jauh dikatakan Kepala Negara, sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW tentu pernah membaca ucapan beliau "Bersikaplah kasih dan sayang terhadap yang hidup di bumi ini, niscaya akan mengasihimu yang hidup di langit".

Karena itu kata Kepala Negara, dengan berpegang teguh pada semangat persatuan dan kasih sayang kepada sesama kita, maka kejayaan dan kekokohan negara dan bangsa Indonesia yang majemuk ini akan dapat dipelihara, meskipun tantangan2 besar menghadang perjalanan bangsa yang sedang membangun sekarang ini.

Dalam hal ini kepada para alim ulama Presiden minta perhatian khusus untuk turut menjaga dan memelihara persatuan, ketenangan dan ketentraman masyarakat dalam menghadapi terselenggaranya Pemilihan Umum yang akan datang.

Menghadapi Pemilu mendatang juga khususnya dalam melaksanakan kampanye biasa para kontestan akan berusaha antuk menunjukkan ketidakbaikan lawannya dalam rangka memperoleh suara yang sebesar2nya dari para pemilih.

Peranan Alim Ulama

Menurut Presiden Soeharto betapa besarnya peranan dari para alim ulama dalam usaha pembangunan bangsa kita. Dengan menekankan usaha pada pembinaan manusia berakhlak mulia dan luhur sebenarnya hal itu berarti mengembangkan modal utama pembangunan bangsa kita.

Bahkan kita manusia sekedar modal melainkan juga sasaran pembangunan. Para alim ulama ini juga merupakan sasaran tetapi sekaligus pelaku pembangunan.

Sementara itu Menteri Agama Alamsyah Ratuperwiranegara dalam laporannya menyatakan rapat kerja Nasional Majelis Ulama Indonesia sekarang ini berbeda dengan Rakernas tahun lalu.

Rakernas sekarang diikuti pimpinan MUI Tingkat I diseluruh Indoneia juga pimpinan MUI dari tingkat II dan Rektor lAIN seluruh Indonesia.

Hal ini adalah untuk hak dan memberi pandangan yang lebih luas lagi sesuai dengan arah perkembangan pembangunan dan peranan ulama yang dikehendaki.

Dilaporkan pula bahwa Rakernas MUI yang berlangsung sejak tgl. 7 Maret dan berakhir senin ini telah berhasil mengambil beberapa keputusan yang bersifat himbauan dan ucapan terima kasih kepada para alim ulama dan program kerja Majelis Ulama yang menyangkut 9 hal antara lain mengenai Pemilu 1982. (RA)

Jakarta, Berita Buana

Sumber : BERITA BUANA (11/03/1983)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VII (1983-1984), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 377-378.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.