PERANCIS DORONG KERJA SAMA DUNIA USAHANYA DENGAN  INDONESIA

PERANCIS DORONG KERJA SAMA DUNIA USAHANYA DENGAN  INDONESIA[1]

 

Jakarta, Antara

Pemerintah Perancis berniat untuk terus mendorong kerjasama dunia usahanya dengan para mitra dari Indonesia untuk menciptakan peluang-peluang baru dan sekaligus meningkatkan kerjasama ekonomi kedua negara.

Menteri Perekonomian dan Keuangan Perancis, Jean Arthuis di Jakarta, Kamis mengatakan, dorongan Pemerintah Perancis itu dikarenakan adanya harapan yang besar dari perkembangan sektor bisnis.

“Peranan investor swasta harus ada peningkatan dan ini memerlukan dorongan dari pemerintah.” Kata Arthuis menegaskan.

Masalah utama yang akan dilakukan Pemerintah Perancis untuk mendorong kerjasama dunia usaha itu adalah menjaga stabilitas moneter internasional agar dapat menciptakan iklim yang nyaman bagi para pengusaha.

Upaya itu juga akan dilakukan Perancis melalui diplomasi internasional seperti halnya pada Pertemuan Menteri Keuangan Asia-Eropa yang akan berlangsung pada akhir tahun 1996 atau awal tahun 1997 di Paris.

Dia mengharapkan, para pengusaha Indonesia dan Perancis dapat melakukan pembicaraan lebih jauh ke arah realisasi rencana usahanya dalam pertemuan para pengusaha Asia Eropa di Paris pada tanggal 14-15 Oktober 1996.

Pertemuan itu dinilainya berisi momentum yang kuat bagi para pengusaha untuk membicarakan kerjasama yang saling menguntungkan.

Dalam mengadakan kerjasama di bidang ekonomi, Arthuis mengatakan, Pemerintahnya mempunyai prioritas yang dilakukan berdasarkan kepentingan kedua negara.

Prioritas tersebut adalah pembangunan proyek-proyek pemerintahan di bidang energi dan jasa yang didanai dari sebagian bantuan Perancis kepada Indonesia sebesar 130 juta dolar AS atau sekitar Rp 270 miliar pada tahun 1996-1997 melalui Kelompok Konsultasi Untuk Indonesia (CGI).

Khusus mengenai sumbangsih kelompok tujuh negara-negara industri maju (G7), Arthuis mengatakan, G7 akan berupaya agar globalisasi yang selalu dikumandangkan dapat dirasakan dampak positif bagi semua negara.

Pada pertemuan G7 yang berlangsung sekitar akhir Juni 1996 lalu telah diputuskan bahwa G7 melakukan penghapusan utang bagi negara-negara sangat miskin.

Hasil pertemuan G7 itu telah disampaikan oleh Arthuis dalam pertemuannya dengan Presiden Soeharto yang juga merupakan pertemuan untuk menyampaikan harapan Pemerintah Perancis terhadap kerjasama yang lebih erat dengan Indonesia.

Sumber : ANTARA (18/07/1996)

_______________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 358-359.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.