PERANAN KESENIAN DAN KEBUDAYAAN PENTING BAGI KEHIDUPAN SUATU BANGSA

PRESIDEN:

PERANAN KESENIAN DAN KEBUDAYAAN PENTING BAGI KEHIDUPAN SUATU BANGSA [1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto menekankan pentingnya peranan kesenian dan kebudayaan dalam kehidupan suatu bangsa dan menjadi lebih penting lagi bagi bangsa2 yang sedang membangun, seperti Indonesia, sehingga pembinaan kebudayaan nasional itu tercantum dalam Garis-garis Besar Haluan Negara.

Kepala Negara selanjutnya menyatakan dalam sambutan peresmian gedung lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) di Taman Ismail Marzuki, Jum’at malam, tidak ada keraguan sedikitpun bahwa kesenian dan kebudayaan merupakan unsur penting dalam kehidupan suatu bangsa. Di abad 20 ini bangsa2 lain tetap mengagumi kegemilangan hasil budaya nenek moyang seperti Candi Borobudur yang mempunyai ciri khusus, katanya. Membangun bangunan yang demikian tinggi nilainya itu, tidak akan tampil dalam suatu masyarakat yang kacau balau dan terbelakang. Hal tersebut memberi petunjuk bagi bangsa Indonesia, bahwa pada suatu masa yang silam bangsa Indonesia telah memiliki kebudayaan dan kecerdasan yang sangat tinggi. Tetapi Presiden lebih lanjut mengatakan, sebagai bangsa yang besar tidak boleh hanya merasa puas dengan warisan yang diterima dari nenek moyang berabad-abad lalu.

Presiden mengajak seluruh seniman dan budayawan serta Dewan Kesenian Jakarta untuk memikirkan lebih jauh bagaimana pengembangan seni budaya negeri ini.

Hal tersebut, menurut Kepala Negara, mungkin jawabannya belum segera disepakati, namun bagaimanapun juga pikiran2 kearah itu harus segera dipikirkan. Masyarakat kini harus membuktikan bahwa sebagai generasi sekarang juga mampu melahirkan kreasi seni dan budaya yg akan menjadi kebanggaan anak cucu kita di abad mendatang.

Ditegaskan pula, dalam tahap2 pertama pembangunan, kita harus mencurahkan segenap usaha pembangunan ekonomi yang merupakan usaha mutlak untuk membuat bangsa ini lebih sejahtera. Tetapi pembangunan ekonomi saja tidaklah cukup dan apabila pemerintah sekarang meletakkan perhatian yang besar pada pembangunan ekonomi itu, maka hal itu sama sekali tidak berarti pembangunan bangsa di luar ekonomi diabaikan.

Tempat Lahirnya Cita2 Nasional

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta, H. Ali Sadikin dalam sambutannya menyatakan, kota Jakarta sebagai kota metropolitan mempunyai ciri khusus, karena merangsang masuknya berbagai suku bangsa. Karena itu di Jakarta pula terkumpul para seniman dan budayawan seluruh negeri ini yang akhirnya mencerminkan wajah Indonesia dalam ragamnya.

Dibentuknya pusat kesenian Jakarta di Taman Ismail Marzuki sendiri timbul dari kesadaran tentang peranan Jakarta dalam perkembangan sejarah bangsa yang juga terpilih sebagai tempat lahirnya cita2 nasional, kata gubernur.

Apabila Taman Ismail Marzuki memberi tempat berkarya bagi berbagai bentuk seni, sedang para seniman menunjukkan kreasinya, maka Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta merupakan tempat persemaian para seniman di masa mendatang.

Gubernur menekankan, bahwa pada akhirnya karyalah yang akan menentukan tempat seseorang seniman dalam masyarakat dan bukan karena gelarnya. (DTS)

Sumber : ANTARA (26/06/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 234-235.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.