PENYIAPAN GENERASI MUDA SEBELUM LAHIR

Presiden Pada Kongres Dokter Se-Asia Ke-II

PENYIAPAN GENERASI MUDA SEBELUM LAHIR [1]

 

Jakarta, Sinar Harapan

PRESIDEN SOEHARTO Selasa pagi menyimpulkan, penyiapan generasi uda yang makin baik adalah jawaban  satu2nya untuk pembangunan asyarakat yang menjamin kemajuan lahir dan kesejahteraan batin jika pemikiran mengenai “tumbuh kembang” tidaklah bermula pada saat bayi lahir, melainkan harus disiapkan sejak sebelum lahir.

Dengan menyebut dirinya sebagai seorang awam dalam bidan kedokteran anak yg pelik, Kepala Negara telah menyampaikan sambutan pada pembukaan Kongres Dokter Anak Se-Asia ke II di Balai Sidang (Convention Hall) Senayan, yang dihadiri dokter2 anak tidak saja dari Asia tapi juga dari benua2 lain.

Pembangunan Manusia

Kepala Negara menyatakan kegembiraannya bahwa Kongres ini tidak hanya memikirkan soal2 pelik spesialisasi untuk kepandaian para dokter anak sendiri atau untuk memuaskan diri serta memperkaya diri sendiri, tetapi akan memperbincangkan masalah yangjauh lebih besaryaitu pembangunan manusia dan kemanusiaan, masalah pengembangan generasi yang akan datang.

“Kita menyadari bahwa masa depan manusia dan kemanusiaan antara lain tergantung pada pembinaan anak2 dan generasi masa kini”, kata Kepala Negara dan melanjutkan, kesadaran demikianlah yang mendorong Indonesia menempatkan pembangunan Indonesia manusia dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia sebagai tujuan pembangunan, berdasarkan Pancasila yaitu masyarakat Indonesia modern yg dalam kemodemannya tetap masyarakat Indonesia juga.

Kepala Negara menerangkan sebagai negaramuda yg sedang membangun dirinya, titik berat pembangunan di pusatkan pada bidang ekonomi dengan tujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus meningkatkan ketahanan nasional terutama ketahanan di bidang ekonomi yg akhirnya akan dapat memperbaiki persyaratan2 bagi keadaan kesehatan anak2 pada khususnya, kesehatan masyarakat pada umumnya

Kepala Negara melihat tujuan ini sejalan dengan pikiran pokok yang berkembang dalam Kongres ini yg mengambil thema “Tumbuh Kembang di Asia Tenggara”. Pengambilan thema demikian berarti akan membicarakan generasi yang akan datang.

Tidak Ter-putus2

Berkata Presiden: “Apabila saya tidak salah tangkap maka dalam pemikiran kita mengenal “tumbuh kembang” itu terkandung pandangan mengenai proses lingkaran yang tidak terputus2 mengenai tumbuhnya seorang manusia kecil menjadi manusia dewasa, yang kemudian menyiapkan diri membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan sebagai suatu yang kodrat”.

Ini berarti bahwa proses ”tumbuh kembang” tidaklah baru bermula pada saat bayi lahir, melainkan harus disiapkan sejak sebelum lahir. Apabilakita melihatproses secara demikian, maka ada hal hakiki lain yang perlu kita siapkan, ialah kesiapan orangtua dalam melahirkan bayi kesiapan jasmani dan kematangan rohaninya, kata Presiden.

Diharapkan oleh Kepala Negara agar kongres yang melibatkan banyak dokter anak danpara ahli lainnya dapat memberi jawaban yang tepat terhadap masalah proses “tumbuh kembang” dalam gerak besar pembangunan dunia baru suatu dunia yang lebih damai, lebih maju, lebih sejahtera dan lebih berpengertian dari apa yang kita rasakan sampai saat ini.

Angka Kesakitan

Sebelumnya Menteri Kesehatan Prof GA. Siwabessy mengungkapkan, bahwa kesehatan anak merupakan masalah di Indonesia. Ini terbukti dari hasil survei yang dilakukan di daerah kota dan pedesaan di 6 propinsi Indonesia tahun 1972.

Menkes menyatakan, dari 1.000 penduduk yang disurvei terdapat angka kesakitan yg tinggi pada bayi (8,4%), anak2 usia 1 s/d 4 tahun (8,0 permil), pada golongan usia 10 s/d 19 tahun, 4,1 permil.

Penyakit2 itu terutama pada saluran pernafasan, infeksi dan penyakit diarrhea merupakan penyakit yang banyak terdapat pada golongan bayi dan anak2 usia 1 s/d 4 tahun.

Penyebab utama kematian, menurut hasil survai itu ialah penyakit radang paru, penyakit diarrhea dan karena kekurangan gizi.

Kekurangan gizi, menurut Siwabessy, juga merupakan masalah di negara2 yang sedang membangun termasuk Asia Tenggara.

Pada kesempatan itu Ny. Tien Soeharto telah menaburkan bunga pada pementasan “Tumbuh Kembang” yang diperagakan group pimpinan Rudi Wowor.

Kongres Dokter Anak Asia ke II ini diikuti 25 negara dan berlangsung hingga tgl. 6 Agustus 1976. (DTS)

Sumber: SINAR HARAPAN (03/08/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 205-207.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.