PENYATUAN KELUARGA PENGUNGSI TIMTIM DAN SOAL PENGUNGSI INDOCINA

Menteri Imigrasi Australia Membahas

PENYATUAN KELUARGA PENGUNGSI TIMTIM DAN SOAL PENGUNGSI INDOCINA

Penyatuan kembali keluarga pengungsi Timor Timur dan ketjasama Australia ­ Indonesia dalam menangani pengungsi Indocina, merupakan topik pembicaraan Menteri Imigrasi & Urusan Etnis Australia Michael MacKellar dengan para pejabat RI di Jakarta. Menteri Australia itu tiba hari Jum’ at, dalam rangka lawatannya ke negara-negara ASEAN.

Selesai diterima Presiden Soeharto di Bina Graha, Selasa pagi, MacKellar mengemukakan perundingan RI – Australia tentang pengungsi Timtim akan diadakan di Jakarta 25-26 Juli. Sesuai kesepakatan yang telah dicapainya dengan Menlu Mochtar Kusumaatmadja, perundingan nanti akan membahas kategori keluarga pengungsi Timtim, tata cara penyatuan kembali dan berbagai aspek-aspek teknis lainnya.

Di Australia, kini bermukim sekitar 6.000 orang asal Timtim di antaranya 2.500 dilaporkan ingin kembali ke daerah asalnya. Menurut Menteri MacKellar, para pengungsi Timtim yang masuk ke Australia dengan berbagai cara dan ijin sekitar Agustus 1975 yang lalu, kini memang punya kesempatan untuk mengajukan permohonan tetap tinggal di Australia. Sedangkan bagi yang ingin pulang ke Indonesia, dikatakan pemerintah Australia dapat mempertimbangkan biayanya.

Menteri MacKellar tidak menjelaskan, apakah mereka yang ingin tetap tinggal di Australia dengan sendirinya akan memperoleh kewarganegaraan Australia mengingat status mereka kini adalah warganegara RI. Australia mengakui defacto Timtim sebagai bagian Indonesia sejak tanggal 20 Januari yang lalu, lewat pengumuman oleh Menlu Andrew Peacock.

Pengungsi Indocina

Menyinggung pengungsi Indocina, MacKellar menjelaskan, kerjasama RI- Australia diperlukan dalam pengaturan “pemindahan” pengungsi itu, mengingat Indonesia merupakan salah satu tempat transit pengungsi Indocina. Dalam hubungan ini, ia menunjuk adanya Perwakilan Komisi PBB untuk kaum pengungsi yang ditempatkan di Jakarta, serta rencana penempatan seorang pejabat Imigrasi Australia di Jakarta, untuk memproses para pengungsi yang akan ke Australia.

Menurut MacKellar, dalam lawatannya ke Singapura, Filipina, Muangthai dan Malaysia nanti, masalah pengungsi Indocina inijuga akan dibahasnya. Keterangan menyebutkan, Australia menghendaki pemasukan pengungsi ke negerinya “lebih teratur” tidak lepas sendiri-sendiri seperti selama ini. Untuk itu dibutuhkan kerjasama dengan negara-negara lain yang ketempatan pengungsi Indocina, baik dalam bentuk menetap sementara atau sekedar transit. Sekitar 11.000 pengungsi Indocina, kebanyakan dari Vietnam dan sedikit Kamboja, kini berada di Australia.

Di antara negara ASEAN, yang paling berat dalam soal pengungsi adalah Muangthai, baru kemudian Malaysia, Filipina dan Singapura. Indonesia relative kecil dan hanya menyediakan transit untuk kemanusiaan. Dalam pertemuan dengan Presiden kemarin, Menteri MacKellar didampingi Dubes Tom Critchley. (DTS)

Jakarta, Kompas

Sumber: KOMPAS (12/07/1978)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 677-678.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.