PENYAMBUTAN PRESIDEN YANG KHAS TRADISI INGGRIS

PENYAMBUTAN PRESIDEN YANG KHAS TRADISI INGGRIS

Penyambutan kenegaraan yang diberikan oleh Ratu Inggris Elisabeth kedua pada tamunya Presiden Soeharto yang tiba di London hari Selasa pagi berjalan menurut suatu upacara yang dijalani unsur2 tradisi yang sudah ber-abad2 merupakan bagian kehidupan bangsa Inggris.

Ketika Kepala Negara setibanya di Stasiun Victoria memeriksa pasukan kehormatan, suasana kebesaran militer mendapat unsur "penyedap" tradisi rakyat Inggris dengan dimainkannya sebuah lagu irama waits oleh barisan musik.

Lagu yang betjudul "Skye Boat Song" itu merupakan lagu rakyat asal Skotlandia yang sudah berumur beberapa abad dan tidak lagi diketahui siapa penggubahnya.

Irama waits dan lagu itu mengakibatkan bahwa derap jalan Presiden ketika memeriksa barisan kawal kehormatan harus disesuaikan yang menambah khidmatnya suasana.

Dalam memeriksa barisan kawal kehormatan yang terdiri dari unsur2 batalyon kedua pasukan coldstream guards, Kepala Negara didampingi oleh suami Ratu Pangeran Phillip yang mengenakan seragam Laksamana Angkatan Laut lnggris.

Pasukan coldstream guards dewasa ini ditempatkan di wilayah London dalam giliran mereka mengawal istana Ratu.

Pasukan kehormatan di Stasiun Victoria yang betjumlah kurang lebih enampuluh orang itu untuk kesempatan tersebut mengingat iklim yang sudah mulai dingin, mengenakan jas panjang musim winter berwarna abu2 dengan topi kulit beruang hitam.

Sekalipun udara cerah dan matahari bersinar, iklim pada saat kedatangan Presiden dan rombongan tercatat sekitar enam derajad Celcius.

Selesai upacara penerimaan di Stasiun Victoria, Presiden didampingi oleh Ratu Elizabeth dengan mengendarai kereta kencana terbuka menuju ke Istana Buckingham di mana Kepala Negara beserta lbu Tien Soeharto dan rombongan mereka akan menginap selama di Inggris.

Kereta yang ditumpangi Presiden ditarik oleh enam kuda putih dan diikuti oleh sebuah kereta kencana terbuka yang ditarik enam kuda coklat yang ditumpangi oleh Ibu Tien Soeharto yang didampingi oleh Pangeran Phillip dan anaknya Pangeran Charles.

Anggauta2 rombongan kePresidenan lainnya yang antara lain terdiri dari Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja, Menteri Ekuin Wijoyo Nitisastro dan Menteri Sekretaris Negara Sudharmono juga menuju ke lstana Buckingham dengan kereta2 terbuka.

Rute Protokoler

Sekalipun jarak antara Stasiun Victoria dengan Istana Buckingham itu tidak terlalu jauh yakni kira2 lima belas menit berjalan kaki, iring2an kereta2 kencana itu dilakukan melaluil suatu jalur yang merupakan apa yang dikenal dengan rute protokoler.

Rute protokoler itu merupakan salah satu unsur tradisi Inggris yang lain untuk menyambut tamu2 negaranya.

Sebagai bagian dari "penyedap" tradisi kerajaan Inggris itu iring2an kereta2 kuda yang membawa Presiden dan rombongan ke Istana Buckingham didahului oleh pasukan berkuda yang berseragam merah.

Jalan menuju ke Istana Buckingham selama iring2an itu berlalu ditutup untuk lalu­lintas.

Pada kesempatan menuju ke Istana Buckingham itu sebenarnya secara langsung Ratu Elisabeth memperkenalkan tamunya Presiden Soeharto beserta rombongannya kepada rakyat yang berjejal2 sepanjang jalan. (DTS)

London, Antara

Sumber: ANTARA (14/11/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 219-220.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.