Penjilat Dan Penghianat

Lhoksemawe, 21 September 1998

Kepada

Yth. Bapak Soeharto

beserta keluarga

di Jakarta

PENJILAT DAN PENGKHIANAT [1]

Yth. Bapak Soeharto beserta keluarga,

Semenjak Bapak lengser 4 bulan lalu hingga hari ini tak henti­ hentinya sejumlah tokoh dan masyarakat melalui berbagai media massa terus menenus tanpa henti menghujat tugas yang dipercayakan kepada Bapak selama 32 tahun.

Hujatan-hujatan khusus ditujukan kepada Bapak dan keluarga karena dituduh telah menyalahgunakan kekuasaan sebagai presiden RI. Mereka seakan lupa akan keberhasilan yang dicapai bangsa Indonesia selama ini. Namun memang terdapat sejumlah ekses dari pembangunan yang dilakukan.

Saya tidak heran terhadap reformis-reformis yang hari ini menghujat Bapak habis-habisan padahal sebelumnya turut menikmati hasil pembangunan dan seia sekata dalam menjalankan kebijaksanaan negara serta mendukung kebijaksanaan tersebut. Tetapi saat mereka tidak lagi terpakai dalam kabinet/kegiatan pemerintahan malah menuding Bapak berbuat di luar kepatutan. Alasan saya tidak heran karena dalam setiap perubahan kepemimpinan selalu melahirkan penjilat dan pengkhianat.

Walaupun mereka menghujat Bapak sampai pada masalah yang sangat privasi sekali, namun saya percaya bahwa telah banyak langkah-­langkah baik yang Bapak lakukan dalam memimpin bangsa ini untuk memajukan dan menyejahterakan rakyat.

Bahwa terjadi berbagai ekses dari kebijaksanaan dalam melaksana­kan amanah rakyat, saya yakin bukanlah tujuan dari hati nurani Bapak, namun semua itu adalah kekeliruan pembantu-pembantu Bapak dan kita bersama dalam memahami anjuran dan petunjuk-petunjuk dari Bapak sehingga melenceng dari garis kebenaran.

Saya turut sedih, hujatan-hujatan yang dilakukan kadang-kadang melampaui batas-batas kepatutan terhadap Bapak sebagai mantan pemimpin bangsa yang sangat beragam ini. Mereka lupa akan semua kenikmatan yang dirasakan selama ini. Saya memohon Bapak tabah dan sabar dalam menghadapi semua ini. Kepada Allah swt mohonkan ampun dan kepada seluruh rakyat mohonkan maaf bila terdapat kekeliruan dan kealpaan dalam menjalankan amanah yang besar ini sembari kita sadar bahwa kita sebagai manusia merupakan hamba Allah yang memiliki segala kekurangan dan kelemahan. Kalaupun ada dugaan KKN terhadap Bapak, saya yakin banyak orang terlibat di dalamnya, walaupun hari ini seakan-akan cuci tang an dan diam seribu bahasa bahkan bergabung dalam kumpulan reformasi. Reformasi memang perlu tapi punya arah yang benar.

Saya sudah menulis di berbagai media, bahwa dalam kasus KKN dan hujatan terhadap Bapak, Bapak bukanlah satu-satunya yang harus digugat, tetapi gugat dulu pembantu-pembatu Bapak baik di tingkat menteri, gubernur, sampai ke tingkat kepala desa karena mereka selama ini mendukung dan memberikan berbagai informasi kepada Bapak sehingga dengan informasi tersebut Bapak menjalankan kebijaksanaan untuk kepentingan rakyat. Kenapa hari ini hanya Bapak yang digugat? Mereka barangkali akan katakan bahwa kekeliruan ini adalah perintah Bapak, bisa saja mereka beralasan. Kalaupun benar bahwa Bapak melakukan kesalahan, tentu mereka-mereka patut dipersalahkan lebih dahulu karena kenapa mereka mau menjalankan perintah yang salah.

Saya menyarankan kepada Bapak, apabila pemeriksaan dilakukan kepada Bapak tentang apapun, akibat tugas kenegaraan yang Bapak emban, mohon minta diperiksa dulu pembantu-pembantu Bapak sehingga jelas duduk persoalannya (bukan berarti Bapak enggan diperiksa, tetapi untuk memperjelas duduk persoalan, sehingga siapapun tidak asal tuduh dan cuci tangan). Namun bila kesimpulan pemeriksaan bahwa Bapak tidak bersalah, saya berharap dan dengan memohon petunjuk Allah swt. Dengan penuh kesabaran dan keikhlasan dapat memaafkan hujatan-hujatan para reformis karena mereka barangkali juga sebagai manusia memiliki kelemahan dan kealpaan. Tentu semua kekeliruan akan tersadari setelah nanti orang lain lagi menegur dan mengingatkannya.

Terhadap tuduhan penyelewengan berbagai yayasan-yasayan, BPKP kan setiap tahun mengaudit, apakah audit mereka tidak dapat dipercaya sehingga mereka ada juga yang menuduh macam-macam.

Seharusnya di akhir tugas Bapak yang sangat berat itu, sejumlah orang tidak menebarkan isu-isu yang lebih memojokkan ketimbang memperbaiki keadaan agar bangsa ini menjadi lebih bermartabat dan maju.

Khusus dalam kasus Aceh, saya lebih cenderung menyarankan kepada pihak berwenang untuk memeriksa prajurit-prajurit yang bertugas di sana pada tahun 1989-1998 khususnya prajurit-prajurit di lapangan (yang berpangkat prajurit dan kopral) yang langsung berhadapan dengan rakyat, tidak langsung kepada pimpinan ABRI sebab dari mereka dapat diketahui siapa sebenarnya yang memerintahkan pembunuhan rakyat. Hal ini penting agar ulah segelintir prajurit tidak sampai merugikan ABRI secara menyeluruh, karena ABRI adalah milik rakyat juga, yang dilahirkan demi menjaga kesatuan dan keutuhan negara tercinta ini.

Akhirnya dengan mengharap petunjuk Allah swt, saya berharap Bapak dapat tabah dan sabar menghadapi cobaan ini, baik kata pepatah semakin besar dan tinggi sebatang pohon, semakin besar dan tingginya angin menggoyangnya, begitu juga semakin besar dan tinggi pangkat dan jabatan diberikan kepada seseorang juga menambah besar resiko dan cobaan yang harus diembannya.

Hari ini mungkin hal ini tejadi pada Bapak, namun sebagaimana Bapak pemah kemukakan, bahwa badai akan berakhir dan insya Allah dengan kesabaran dan ketabahan dan petunjuk Allah segala persoalan dapat terselesaikan dengan baik termasuk persoalan yang bapak hadapi. (DTS)

Asnawi

Lhoksemawe – Aceh

[1]     Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 718-720. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto menyatakan berhenti dari kursi Kepresidenan. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.