PENJELASAN PRESIDEN PADA MEN PERDAG MALAGASY NASIB TIMOR TIMUR SUDAH DITENTUKAN RAKYATNYA

PENJELASAN PRESIDEN PADA MEN PERDAG MALAGASY NASIB TIMOR TIMUR SUDAH DITENTUKAN RAKYATNYA [1]

 

Jakarta, Berita Yudha

Dalam kesempatan menerima kunjungan kehormatan Menteri Ekonomi dan Perdagangan Malagasy Justin Rorivisson di Bina Graha Senin siang, Presiden Soeharto telah memberikan penjelasan secara panjang lebar mengenai perjoangan Bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaannya, serta memberikan penjelasan secara terperinci mengenai masalah Timor-Timur.

Penjelasan mengenai masalah Timor-Timur oleh Presiden dinilai penting mengingat Malagasy adalah salah satu negara di Afrika, dengan penjelasan mengenai Timor-Timur diharapkan dapat dikembangkan pengertian negara2 di Afrika mengenai masalah TimorTimur.

Memberikan penjelasan kepada pers, Menteri Perdagangan Radius Prawiro mengatakan Presiden Soeharto dalam pertemuan itu memberikan penjelasan mengenai liku-liku perjoangan Bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan Bangsanya.

Dalam hubungan dengan masalah penjajahan, sikap bangsa lndonesia jelas mendukung dan menunjang perjoangan bangsa lain yang ingin merebut kemerdekaan bangsa dan negaranya dari tangan penjajah.

Sedangkan yang menyangkut masalah Timor-Timur, Presiden mengatakan rakyat Timor-Timur sudah berhasil melepaskan dirinya dari belenggu penjajahan Portugal.

Kemerdekaan Rakyat Timor-Timur tidak ditentukan baik di PBB maupun di Jakarta, tetapi penentuan nasib dan haknya sebagai bangsa yang merdeka itu ditetapkan di wilayah itu sendiri.

Karena rakyat Timor-Timur menentukan nasibnya sendiri dan mengembangkan kemerdekaan yang dicapainya itu dengan bergabung dengan keluarga besar bangsa, maka kita terima dengan baik.

Presiden menegaskan lagi pandangan dan sikap Indonesia, bahwa bangsa Indonesia tidak dapat menjajah negara2 lain, Indonesia mempunyai wilayah sangat luas yaitu 3.000 mil ke barat dan 1.600 mil ke utara.

Sehubungan dengan itu Malagasi sebagai salah satu kelompok negara Afrika diharapkan dapat mengerti secara tepat masalah Timor-Timur, yang kemudian pengertian itu dapat dikembangkan kepada negara2 Afrika lainnya.

Ingin Perkuat Hubungan Baik

Sementara itu Menteri Ekonomi dan Perdagangan Justin Rorivisson atas pertanyaan pers mengatakan bahwa “ia” dapat mengerti dan memahami kedudukan Indonesia dalam masalah Timor-Timur.

Negaranya menurut Menteri Ekonomi dan Perdagangan Malagasy, berminat untuk lebih memperkuat hubungan dengan Indonesia terutama di bidang2 ekonomi, perdagangan dan kebudayaan.

Menjawab pertanyaan apakah Malagasy berminat membeli minyak Indonesia Menteri Justin Rorivisson mengatakan, memang beberapa waktu yang lalu negara mendapat tawaran untuk membeli minyak dari Indonesia, tetapi harganya dinilai sangat berat bagi pasangan internasional.

Menteri Justin Rorivisson mengadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto yang disebutnya sebagai “saudara tua dari keturunan yang sama”.

Dalam hubungan peningkatan perdagangan dan kerjasama ekonomi, menurut Menteri Perdagangan Malagasy, negaranya berminat untuk mengimpor minyak goreng, pupuk mungkin juga batik, sedangkan negaranya akan mengekspor ke Indonesia cengkeh.

Dalam kunjungannya kepada Presiden Soeharto tsb Menteri Justin Rorivisson disertai Kuasa Usaha RI di Malagassy Herman S. Sudiro dan diantar oleh Menteri Perdagangan Radius Prawiro.

Minat Beli Peralatan Militer dari Indonesia

Dalam pada itu Kuasa Usaha RI untuk Malagasy Herman S. Sudiro atas pertanyaan pers mengatakan, negara tsb tetap akan melanjutkan pendidikan calon2 penerbangannya di Indonesia.

Selain itu Malagasy juga berminat untuk dapat membeli peralatan Militer dari Indonesia, untuk keperluan itu Menteri Justin Rorivisson dalam acara kunjungan resminya di Indonesia sampai dengan tanggal 23 September akan mengunjungi PINDAD di Bandung, dan tidak mustahil juga akan mengunjungi pabrik pesawat PT. Nurtanio. (DTS)

Sumber:  BERITA YUDHA (21/09/1976)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 93-95.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.