PENJEDERHANAAN KEPARTAIAN BERSIFAT PERSUASIP DAN EDUKATIP

Aspri Presiden – Majdjen Ali Murtopo

PENJEDERHANAAN KEPARTAIAN BERSIFAT PERSUASIP DAN EDUKATIP [1]

 

Djakarta, Kompas

Aspri Presiden bidang politik Majdjen Ali Murtopo menegaskan hari Djumat, bahwa usaha Presiden Soeharto sekarang untuk menjederhanakan sistim kepartaian adalah bersifat persuasip dan edukatif. Tapi djika ternjata tjara jang demikian tidak berhasil, soal itu akan dikembalikan melalui lembaga parlemen. Jaitu dengan pengadjuan RUU tentang Kepartaian dan Keormasan, jang dulu pernah ditolak. “Kalau perlu RUU itu isinja dapat diganti dengan jang baru disesuaikan dengan gagasan2 penjederhanaan itu”, katanja. Memberi keterangan didepan ke-24 anggauta Parmusi jang terpilih sebagai anggauta DPR Ali Murtopo menjatakan bahwa apa jang dilakukan Kepala Negara saat ini adalah kelandjutan dari gagasan jang pernah dikeluarkan sebelum Pemilu jang lalu mengenai pengelompokan2 partai.

Ia tidak bersedia mendjelaskan kapan kira2 batas terachir usaha Presiden jang demikian itu, sebelum “terpaksa” dikembalikan lewat parlemen. “Tidak ada batas waktu tentang itu. Tapi jang terang, gagasan itu harus dikembangkan terus sampai mendjadi dua partai achirnja, dan hal ini memang mengarah pada profesionalisasi dan konstitusionalisasi”.

Ditambahkan, bahwa untuk itu per-tama2 akan diadakan dalam lingkungan DPR terlebih dulu dengan membentuk hanja empat fraksi, dan dari masing2 fraksi akan diangkat seorang untuk mendjadi Wakil Ketua DPR. Ketika ditanja bagaimana sebenarnja konsep jang terbaik dalam pengelompokan partai2 mendjadi dua partai sadja diluar Golkar, ia hanja mengatakan bahwa hal itu lebih baik disusun sendiri diantara partai2 mana jang dirasa paling sesuai oleh masing2. (DTS)

Sumber: KOMPAS (09/10/1971)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 823.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.