PENGHARGAAN UNTUK AKSEPTOR KB MANDIRI

PENGHARGAAN UNTUK AKSEPTOR KB MANDIRI

 

Jakarta, Antara

Kepala BKKBN Pusat Dr. Haryono Suyono di Jakarta, Rabu, mengemukakan bahwa Presiden Soeharto sangat menghargai kesertaan akseptor KB Mandiri dan mereka berhak memperoleh penghargaan sebagai peserta KB Lestari.

Mulai sekarang para akseptor KB Mandiri yang telah menjalani program KB selama 16 tahun, dan 10 tahun akan diinventarisasi, ujarnya pada acara penandatanganan perjanjian kerjasama operasional riset KB Mandiri di tiga propinsi.

Perjanjian kerjasama operasional riset Keluarga Berencana Mandiri pedesaan di tiga propinsi tersebut masing-masing di Propinsi Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Propinsi Sulawesi Utara dibiayai dengan dana bantuan internasional USAID.

Jumlah biaya riset di tiga propinsi itu seluruhnya Rp 400 juta dalam jangka waktu satu tahun dan dapat diperpanjang satu tahun apabila dimungkinkan.

Kepala BKKBN mengatakan selama ini BKKBN hanya memberikan penghargaan KB Lestari kepada akseptor yang tercatat di Puskesmas, sedangkan akseptor KB dari dokter atau bidan swasta baru akan diberikan pada bulan Januari mendatang.

Dikatakannya dengan adanya perjanjian kerjasama tersebut maka program KB akan dialihkelolakan secara bertahap dari pemerintah ke sektor swasta dan nantinya akan dilanjutkan di daerah pedesaan.

Program KB di Indonesia akan menjadi gerakan, dengan demikian masyarakat merasa memiliki dan program KB akan menjadi suatu kebutuhan, katanya.

Diharapkannya dengan ditandatanganinya perjanjian kerjasama operasional riset KB di tiga daerah tersebut maka program KB Mandiri di masa mendatang akan lebih meningkat.

Perjanjian kerjasama tersebut ditandatangani antara Kepala BKKBN DI Yogyakarta Drs. Sudjono dan Direktur Rumah Sakit Bethesda dr Guno Samekto, Kepala BKKBN Propinsi Bali Drs. P.N. Gorda dan Dra I.A.M Wirati dari Yayasan Duta Kencana serta Kepala BKKBN Propinsi Sulawesi Utara dr. S A Tandayu SKM dan Ny. R. Lumanon Supit dari Yayasan Rosalina.

 

Sumber : ANTARA (07/09/1988)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 357-358.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.