PENGHARGAAN PBB DIHARAPKAN MENDORONG SUKSES PROGRAM KB

PENGHARGAAN PBB DIHARAPKAN MENDORONG SUKSES PROGRAM KB

 

 

Jakarta, Pelita

MENTERI Kesehatan Dr. Adhyatma menghargai jerih payah para dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang ikut mensukseskan program keluarga berencana, sehingga Presiden Soeharto yang mewakili rakyat dan bangsa Indonesia, memperoleh penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Penghargaan yang diberikan Presiden Soeharto itu, diharapkan akan dapat lebih mendorong agar kita bekerja lebih giat pada masa-masa mendatang untuk lebih mensukseskan program keluarga berencana serta pembangunan secara keseluruhan.

Hal itu dikatakan Menkes Adhyatma ketika menerima Kepala BKKBN DR. Haryono Suyono kemarin di aula Departemen Kesehatan di Jakarta.

 

Penghargaan Kependudukan

Kunjungan Kepala BKKBN ke Menteri Kesehatan itu untuk melaporkan tentang rencana Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan penghargaan kepada Presiden Soeharto berupa United Nations Population Award.

Penghargaan akan diserahkan sendiri oleh Sekretaris Jenderal PBB Javier Peres de Quillar tanggal 8 Juni 1989 di Markas PBB di New York, Amerika Serikat.

Menurut Haryono Suyono, tanda penghargaan itu diberikan, karena Presiden Soeharto secara konsisten membangun program keluarga berencana sehingga mencapai keberhasilan.

Menyampaikan pesan Presiden, Kepala BKKBN itu menyatakan bahwa Presiden Soeharto berpesan tanda penghargaan itu harus dijadikan cambuk untuk lebih memacu program keluarga berencana pada masa-masa mendatang. Karena keberhasilan tersebut baru merupakan tahap awal pengembangan program KB.

 

20 Tahun

Bulletin kependudukan UNFPA (Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa­Bangsa) menyebutkan, selama 20 tahun Presiden Soeharto memajukan program KB di Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, tingkat kelahiran, tingkat kesuburan dan tingkat kematian bayi berhasil diturunkan secara drastis. Tingkat pemakaian kontrasepsi dewasa ini mencapai 50 presen.

Pada tahun 1968, Presiden Soeharto atas nama Bangsa dan Rakyat Indonesia ikut membubuhkan tanda-tangan atas deklarasi kependudukan dunia. Pada tahun 1988, Presiden Soeharto memperoleh tanda penghargaan berupa Global Statesman Award in Population dari The Population Institute Washington DC, Amerika Serikat yang diserahkan tanggal 2 Desember 1988 di Jakarta.

Selain Presiden Soeharto, Pejabat Negara yang pernah menerima tanda penghargaan dari PBB adalah mendiang Perdana Menteri India Ny. Indira Gandhi dan Qian Xinzhong Menteri Kependudukan Republik Rakyat Cina serta Shitzue Kato, seorang pionir program keluarga berencana di Jepang.

 

 

Sumber : PELITA (02/06/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 816-817.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.