PENGHARGAAN KEPENDUDUKAN HENDAKNYA JADI MOMENTUM

PENGHARGAAN KEPENDUDUKAN HENDAKNYA JADI MOMENTUM

 

 

Jakarta, Kompas

Presiden Soehario mengharapkan agar penghargaan kependudukan (Population Awards) yang akan diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa hendaknya dijadikan momentum untuk memacu program Keluarga Berencana Nasional untuk mewujudkan cita-cita keluarga kecil sejahtera.

Pesan itu disampaikan Kepala Negara kepada Kepala BKKBN Dr. Haryono Suyono di Bina Graha hari Kamis, yang melaporkan rencana keberangkatannya ke AS Jum’at ini. Haryono akan mempersiapkan segala sesuatunya sehubungan rencana pemberian penghargaan Population Awards kepada Presiden Soeharto 8 Juni nanti di Markas Besar PBB, New York. Menurut rencana, Kepala Negara akan meninggalkan Tanah Air 5 Juni.

Presiden menegaskan, pelaksanaan program KB di Indonesia bukan bertujuan untuk mencari-cari penghargaan internasional. Tapi jika ada pihak yang menghargainya, Indonesia patut bersyukur. Dalam hubungan ini, Kepala Negara juga menugaskan Kepala BKKBN untuk mengucapkan terima kasih kepada beberapa lembaga internasional di bidang kependudukan yang ikut mengusulkannya.

Haryono mengatakan, penghargaan itu akan dijadikan momentum untuk pelaksanaan program KB mendatang. Untuk itu ia telah membicarakannya antara lain dengan Menko Kesra, Menteri/Negara KLH, Menteri Kesehatan, dan Menteri Penerangan, untuk ikut membantunya.

Mengutip ahli kependudukan di luar negeri, Haryono mengatakan, program KB di Indonesia telah berhasil merem laju pertumbuhan penduduknya secara nyata dalam 20 tahun terakhir ini. Dalam kurun waktu 35 tahun (1950-1985), terdapat penambahan jumlah penduduk 87 juta jiwa. Jumlah yang sama juga akan terjadi dalam kurun waktu 1985-2020. Namun dalam kurun terdahulu, persentase pertambahan penduduk itu rata-rata 2 persen per tahun, sementara nanti hanya 1,03 persen per tahun.

 

 

Sumber : KOMPAS(02/06/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 818.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.