“PENDHAK PISAN” IBU TIEN DI CENDANA DAN KALITAN

“PENDHAK PISAN” IBU TIEN DI CENDANA DAN KALITAN[1]

 

Jakarta, Suara Karya

Setahun dalam hitungan kalender Jawa wafatnya Almarhumah Ibu Tien Soeharto diperingati secara serentak di dua tempat, yakni di kediaman Presiden Jalan Cendana Jakarta dan di kediaman keluarga almarhumah di Kalitan Solo.

Upacara yang disebut pendhak sepisan (peringatan tahun pertama) di Cendana diikuti oleh kerabat dekat Pak Harto, menteri-menteri dan pejabat tinggi. Putra-putri serta cucu-cucu keluarga Pak Harto sudah sejak sore hari bersiap di kediaman Pak Harto untuk mengikuti tahlilan.

Acara peringatan setahun wafatnya Ibu Hajjah Tien Soeharto tersebut berlangsung setelah dilaksanakan Shalat maghrib yang dilaksanakan berjamaah di ruang tengah kediaman Pak Harto.

Sementara itu di kediaman Kalitan, H. Probosutedjo bertindak sebagai tuan rumah mewakili keluarga Pak Harto pada tahlilan tersebut. Hujan yang mengguyur sejak sore tidak membuat surut para simpatisan untuk ikut bersama-sama tahlilan. Di Kalitan bahkan diperkirakan tamu mencapai ribuan orang. Diantara para menteri yang hadir tampak Menperindag Tunky Ariwibowo, Menlu Ali Alatas, Menseskab Saadilah Mursjid, Menkop PPK Subiakto Tjakrawerdaja, Menpora Hayono Isman, Wakil Ketua Bepeka Koenarto, Kasad Jenderal TNI R. Hartono dan Panglima Kostrad Letjen TNI Wiranto. Dari kalangan usahawan antara lain hadir Bambang Riyadi Soegomo, Fadel Muhammad dan Sumitro Djojohadikusumo.

Pak Harto dalam sambutan singkatnya menyampaikan rasa terima kasih dan permintaan maaf atas keterbatasan yang ada dalam penyelenggaraan tahlilan tersebut.

Di Solo tahlilan dimulai pukul 19.15 dengan pembacaan Yasin dipimpin oleh KH Lukman Suryani. Hadir di kediaman Kalitan antara lain Pangdam Diponegoro Mayjen TNI Soebagyo HS, Gubernur Jateng Soewardi bersama istri, KRMH Soemoharmrujodan Soekamdani Sahid Gitosardjono.

Pak Harto dan keluarga hari Rabu ini bertolak ke Solo untuk melaksanakan ziarah ke makam Astana Giribangun, di kaki Gunung Lawu, Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar. Sejak waktu asar Pak Harto dan keluarga akan berada di Astana Giribangun.

Makam Almarhumah Ibu Tien selama ini banyak diziarah. Oleh karena itu tempat itu menjadi cukup ramai dan menumbuhkan pedagang-pedagang.

Setahun dalam hitungan kalender Jawa wafatnya Almarhumah Ibu Tien Soeharto diperingati secara serentak di dua tempat, yakni di kediaman Presiden Jalan Cendana Jakarta dan di kediaman keluarga almarhumah di Kalitan Solo.

Upacara yang disebut pendhak sepisan (peringatan tahun pertama) di Cendana diikuti oleh kerabat dekat Pak Harto, menteri-menteri dan pejabat tinggi. Putra-putri serta cucu-cucu keluarga Pak Harto sudah sejak sore hari bersiap di kediaman Pak Harto untuk mengikuti tahlilan.

Acara peringatan setahun wafatnya Ibu Hajjah Tien Soeharto tersebut berlangsung setelah dilaksanakan Shalat maghrib yang dilaksanakan berjamaah di ruang tengah kediaman Pak Harto.

Sementara itu di kediaman Kalitan, H. Probosutedjo bertindak sebagai tuan rumah mewakili keluarga Pak Harto pada tahlilan tersebut. Hujan yang mengguyur sejak sore tidak membuat surut para simpatisan untuk ikut bersama-sama tahlilan. Di Kalitan bahkan diperkirakan tamu mencapai ribuan orang.

Sumber : SUARA KARYA (16/04/1997)

___________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 681-682.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.