PENAS KE-7 SULSEL DITINJAU PRESIDEN RI

PENAS KE-7 SULSEL DITINJAU PRESIDEN RI

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto menyatakan masyarakat dari propinsi lain nanti tentu bisa datang ke Timor Timur untuk memberi pelajaran dan mendidik masyarakat Timtim agar propinsi itu dapat mengejar ketinggalannya dari propinsi lain.

Sebaliknya, untuk mengejar ketinggalan Timtim, masyarakat Timtim juga bisa meninjau propinsi lain untuk belajar, katanya pada puncak acara Pekan Nasional Pertemuan Kontak Tani Nelayan (Penas) VII di Desa Minasa Tene, Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (sekitar 55 km sebelah utara Ujungpandang).

Kepala Negara mengemukakan hal itu dalam temu wicara dengan 40 pengurus koperasi/KUD terbaik tingkat nasional 98 peserta KB mandiri, dan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) berprestasi, khususnya ketika menanggapi informasi salah seorang peserta asal Timtim tentang perkembangan usaha memajukan pertanian dan perkoperasian di propinsi tersebut.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah sendiri akan berusaha agar Timtim sebagai propinsi termuda dapat segera mengejar ketinggalannya dari propinsi-propinsi lain dalam mencapai hasil-hasil pembangunan.

”Untuk itu hanya bisa dilakukan dengan kerja keras. Untuk belajar, nanti tentunya rakyat Timor Timur bisa meninjau ke propinsi lain, dan kontak tani dari propinsi lain bisa datang ke Timor Timur untuk memberi pelajaran serta mendidik sehingga pertanian, perkebunan dan petemakan di Timtim dapat lebih meningkat,” katanya.

Presiden menyatakan keyakinannya, Timtim bisa menyamai propinsi-propinsi lain jika hasil-hasil yang dicapai Timtim dewasa ini terus ditingkatkan.

”Timtim memang baru 12 tahun berintegrasi dengan Indonesia, tetapi kegiatan­ kegiatan di propinsi lain yang juga dilaksanakan di propinsi itu kini sudah dirasakan hasilnya,” ucapnya membenarkan pendapat peserta temu wicara asal Timtim tersebut.

Penyelenggaraan Penas VII yang dijadwalkan berlangsung 9 hingga 13 Juli 1988 itu dikaitkan dengan peringatan Hari Krida Pertanian, Hari Koperasi dan Hari Program KB tahun ini sehingga diberi nama Penas VII Pertasikencana (Pertanian, Koperasi, Keluarga Berencana).

Oleh karenanya, puncak acara Penas VII yang dilanda dengan penyampaian amanat Presiden Soeharto serta penyerahan tanda penghargaan kepada sejumlah tokoh masyarakat tersebut juga sekaligus merupakan puncak peringatan Hari Krida Pertanian, Hari Koperasi dan Hari Program KB 1988.

Hadir dalam puncak acara itu antara lain, Ibu Tien Soeharto, beberapa menteri Kabinet Pembangunan V, Panglima ABRI, serta sekitar 3700 peserta Penas VII Pertasikencana termasuk 21 peserta dari negara-negara ASEAN.

Pada bagian lain temu wicara itu, Kepala Negara juga menyerukan para petani dan nelayan untuk menjadi anggota koperasi dan menjadi peserta KB.

Tentang berjangkitnya penyakit hewan di beberapa daerah, Presiden menjelaskan bahwa pemerintah sudah memutuskan untuk melakukan penyuntikan yang akan dilaksanakan dalam waktu lima tahun.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (12/07/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 122-124.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.