PEMUPUKAN POTENSI UMMAT ISLAM AKAN SANGAT BERMANFAAT

PEMUPUKAN POTENSI UMMAT ISLAM AKAN SANGAT BERMANFAAT

Presiden Soeharto menekankan pemupukan potensi besar umat Islam di Indonesia dan yang sekarang jumlahnya 88 persen dari jumlah seluruh rakyat Indonesia, akan sangat bermanfaat bagi negara dan bangsa, khususnya bagi umat Islam Indonesia sendiri.

Kepala Negara menekankan hal itu di depan pimpinan Dewan Masjid Asia dan Lautan Teduh (DMALT), dengan Sekretaris Jenderalnya H.Anton Timur Djaelani disertai Sekjen Rabithah Alam Islamy Sheykh Mohammad All Harakan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin pagi.

Juga hadir di Istana Merdeka Wakil Sekjen Rabithah Alam Islamy Shekh Syafwat dan para peserta sidang Dewan Masjid Asia dan Lautan Teduh, yang datang ke Indonesia dari negara-negara Asia Pasifik untuk mengikuti upacara peresmian pembentukan Sekretariat atau Markas DMALT di Jakarta.

Presiden Soeharto mengatakan, rakyat dan bangsa Indonesia dewasa ini sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan, yang bertujuan akhir pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

Pembangunan manusia seutuhnya itu sesuai dengan kebutuhan, kebutuhan hidup manusia lahir maupun batin serta materi maupun spirituil.

Dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya inilah, kata Presiden Soeharto, agama memegang peranan yang sangat penting.

Dari jumlah 150 juta rakyat Indonesia menurut Sensus Penduduk terakhir, 88 persen beragama Islam, enam persen Protestan, tiga persen Katholik, dua persen Hindu, dan satu persen beragama Budha.

Jumlah 88 persen yang beragama Islam ini, menurut Presiden Soeharto, merupakan potensi yang tidak kecil.

"Saya pribadi sebagai orang Muslim merasa terpanggil oleh pembinaan agama sehingga saya berusaha mengajak umat Islam Indonesia melaksanakan tugas kewajibannya, salah satu kewaj iban itu adalah bersedekah", katanya.

Manfaatkan Dewan Masjid

Presiden Soeharto mengharapkan pembentukan DMALT akan memberikan manfaat yang tidak kecil bagi ummat Islam di negara-negara Asia Pasifik.

Bagi Indonesia, dipilihnya Jakarta sebagai tempat Sekretariat DMALT sesuai dengan cita-cita umat Islam Indonesia khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya, akan berusaha sesuai kemampuan sehingga kegiatan DMALT dapat berjalan dengan baik dan Iancar.

Presiden Soeharto mengatakan, Indonesia akan membantu DMALT dengan cara ”Tut wuri handayani".

Dengan cara "tut wuri handayani" ini DMALT diharapkan dapat mengambil keputusan yang dapat dipertangung jawabkan untuk kepentingan ummat Islam dan bagi kelancaran kegiatan DMALT.

Mengenai ajakan kepada ummat Islam untuk melaksanakan tugas kewajiban agama, Presiden Soeharto mengatakan, sudah menganjurkan pegawai negeri Indonesia yang jumlahnya kurang lebih tiga juta orang untuk memberikan sedekah.

Anjuran ini ditanggapi Korpri sebagai wadah pegawai negeri Indonesia, sehingga dalam kongresnya yang terakhir Korpri memutuskan pegawai negeri yang beragama Islam memberi sedekah antaraRp 50,- sampai Rp 100,- setiap orang per bulan. (RA)

Jakarta, Merdeka

Sumber : MERDEKA (14/12/1983)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VII (1983-1984), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 385-386.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.