PEMIMPIN MANCANEGARA TERUS BERDATANGAN PAK HARTO TERIMA SULTAN BOLKIAH DAN WAKIL PM MALAYSIA

PEMIMPIN MANCANEGARA TERUS BERDATANGAN PAK HARTO TERIMA SULTAN BOLKIAH DAN WAKIL PM MALAYSIA[1]

 

 

Jakarta, Media Indonesia

Daftar tamu penting Presiden Soeharto di saat Indonesia dilanda krisis moneter bertambah panjang dengan kedatangan Sultan Brunei Hasanal Bolkiah dan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim kemarin.

Menteri Sekretaris Negara Moerdiono mengatakan Sultan Bolkiah datang untuk “bersilaturahmi” dan menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1418H kepada Presiden Soeharto dan Wapres Try Sutrisno.

“Tentu saja,” ujar Mensesneg, “kesempatan silaturahmi ini digunakan oleh Presiden untuk menjelaskan masalah-masalah utama yang dihadapi Indonesia dalam krisis moneter saat ini, berikut langkah-langkah yang diambil dalam mengatasi krisis tersebut.”

Ini merupakan kunjungan kedua Bolkiah sejak Indonesia diterpa krisis. Dia terbang ke Jakarta untuk memberikan bantuan dalam bentuk standby loan sebagai kelengkapan dari paket bantuan Dana Moneter Internasional (IMF).

“Saat awal krisis ekonomi Sultan Brunei datang juga ke Indonesia untuk memberikan bantuan dalam bentuk stand by loan, dan telah kita terima. Presiden Soeharto menyampaikan terima kasihnya dan dengan bantuan moril tersebut semoga kita dapat segera mengatasi kemelut ini.”  Moerdiono menjelaskan. Sultan Bolkiah menyediakan bantuan senilai US$1,2 miliar.

Setelah melakukan pembicaraan selama lebih kurang satu jam di Jl. Cendana, Sultan Brunei kemudian melakukan kunjungan silaturahmi kepada Wapres.

Setelah bersantap siang bersama Presiden dan Wapres di Jl Cendana, Sultan Brunei terbang kembali ke negerinya.

Tamu mancanegara VIP kedua kemarin adalah Datuk Anwar Ibrahim. Dia di Jakarta hanya berselang 15 menit dengan keberangkatan Bolkiah yang bertolak menuju negerinya, dari Bandara Halim PK.

Anwar Ibrahim tiba di Bandara Halim PK pukul 16.10 WIB dengan pesawat jet Gulf Stream dari Kuala Lumpur. Kunjungan kedua Wakil PM Malaysia ke Indonesia kali ini disertai istri dan seorang putrinya, dan kedatangannya disambut oleh Menteri Keuangan Mar’ie Muhammad dan Dubes Malaysia untuk Indonesia Datuk Zaenal Abidin.

Keduanya langsung menuju ruang tamu negara di Halim PK. Kendati para wartawan media massa cetak dan elektronik terns “merengek”, Datuk Anwar tetap menolak membuat pernyataan.

Dengan penuh simpatik seraya tersenyum, dia hanya menyampaikan salam takzim khas Melayu kepada para wartawan sebelum memasuki mobil tamu negara.

Wakil PM Malaysia itu tiba di Jl Cendana sekitar pukul 19.50, didampingi Menkeu Mar’ie Muhammad.

Tidak ada penjelasan mengenai materi pembicaraan antara kedua pemimpin tersebut. Namun sebelum berangkat ke Jakarta, Datuk Anwar mengatakan kepada pers di Kuala Lumpur bahwa Malaysia ingin “menyamakan catatan” dengan Indonesia mengenai situasi ekonomi saat ini.

Kunjungan tersebut “Supaya pemerintah Indonesia, teristimewa Presiden Soeharto, tetap mengetahui lebih dekat apa yang kami lakukan dan langkah apa yang kami ambil dan juga untuk mendengar langsung dari beliau,” kata Anwar Ibrahim sebagaimana dikutip kantor berita ternama.

Kedatangan Sultan Bolkiah dan Datuk Anwar Ibrahim merupakan bagian dari ungkapan simpati Internasional atau situasi sulit yang kini dihadapi Indonesia.

Presiden Soeharto menerima Perdana Menteri Singapura Goh Chok Tong, Selasa, dan Presiden Bank Dunia James Wolfensohn, Rabu.

Bagi Goh, kunjungan tersebut merupakan yang ketiga kalinya sejak awal krisis, yang ditandai dengan melorotnya nilai rupiah terhadap dolar AS Juli 1997. Pada kesempatan itu, dia menawarkan ide pembentukan lembaga multilateral untuk menjamin L/C dari Indonesia.

Mereka yang tidak bisa datang, menyampaikan rasa simpati melalui hubungan telepon . Antara lain, Presiden AS Bill Clinton,PM Jepang Ryutaro Hashimoto, Kansdir Jerman Helmut Kohl, dan PM Australia John Howard. (Rid/Mac/D-4)

Sumber: MEDIA lNDONESIA (06/01/1998)

____________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 05-07.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.