“PEMERINTAHAN TETAP DIJALANKAN” PAK HARTO PRESIDEN PERIKSA KESEHATAN KE EROPA

“PEMERINTAHAN TETAP DIJALANKAN”

PAK HARTO PRESIDEN PERIKSA KESEHATAN KE EROPA[1]

 

Jakarta, Media Indonesia

Spekulasi yang beredar di kalangan masyarakat tiga hari terakhir tentang kesehatan Presiden Soeharto yang memburuk terbukti sama sekali tidak benar. Hal ini dapat dipastikan setelah Mensesneg Moerdiono kemarin mengumumkan bahwa keberangkatan Kepala Negara ke Eropa besok (7/7) hanya untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di sebuah rumah sakit di sana. Bahkan kemarin pagi Presiden tetap menjalankan tugas-tugas kenegaraan. Pukul, 09.00 WIB, Kepala Negara melepas Kontingen Olimpiade Indonesia ke Atlanta di Istana Negara. Setelah itu secara berturut-turut Pak Harto menerima Ketua DPP Golkar Abdul Gafur, Menpora Hayono Isman, Menpera Akbar  Tanjung, dan terakhir menerima Ketua DPA Sudomo. Usai sholat Jumat, Pak Harto tampak hadir melayat almarhumah Ny. Soelmini T Kusumaatmadja, ibunda Menteri Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaatmadja, yang berpulang ke rahmatullah kemarin dalam usia 92 tahun. Malahan, menurut rencana, pagi ini Pak Harto akan bermain golf yang dilakukan secara rutin.

Kepastian keberangkatan Kepala Negara ke Eropa tersebut disampaikan oleh Mensesneg kepada wartawan di Istana Merdeka. Menurut Moerdiono, pemeriksaan itu rutin dilakukan Presiden setiap enam bulan sekali. Pemeriksaan yang dalam istilah medisnya medical check-up, kata Moerdiono, dilakukan oleh Tim Dokter Kepresidenan.

“Pemeriksaan terakhir dilakukan oleh tim dokter ahli 29 Juni.” tambah Moerdiono.

Dari pemeriksaan itu jelasnya, tim ahli berpendapat kesehatan Presiden perlu didalami, terutama dengan menggunakan alat-alat yang lebih canggih dari pada yang ada di dalam negeri.

“Atas dasar nasihat tim dokter ahli, Presiden akhirnya memutuskan untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut di luar negeri. Kesehatan Presiden perlu diperiksa kembali dengan peralatan yang lebih canggih dari yang kita punyai.” jelas Moerdiono.

Kepada Mensesneg, wartawan menanyakan, mengapa pemeriksaan terakhir dilakukan pada 29 Juni lalu, namun keputusan berangkat ke luar negeri untuk medical check up baru diambil pada dua tiga hari ini. Menurut Moerdiono, hal itu dikarenakan memang diperlukan waktu untuk mengadakan persiapan sebaik-baiknya agar seluruh perjalanan Presiden bisa berjalan secara efektif

Moerdiono menjelaskan, karena tujuan utama ke luar negeri ini untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, maka perjalanan kali ini hanya akan disertai oleh staf yang sangat kecil, yang bertanggungjawab untuk memberikan pengaturan-pengaturan administratif. Tidak seperti biasanya, kali ini rombongan Kepala Negara tidak mengikutsertakan wartawan. Sampai berita ini diturunkan semalam, belum jelas siapa saja putra-putri Presiden yang akan ikut serta.

Menurut Moerdiono, pemeriksaan kesehatan di Eropa ini kemungkinan akan memerlukan waktu sampai beberapa hari. Namun demikian, selama berada di luar negeri, sebagaimana biasanya, kendali pemerintahan tetap dijalankan oleh Presiden.

“Tidak ada perubahan dalam pengendalian-pengendalian pemerintahan negara.” ujarnya.

Saat ini, lanjut Moerdiono, sejumlah tim ahli telah berada di sebuah negara di Eropa.

“Secara berkala mereka melaporkan persiapan-persiapan yang dilakukan di sana ke Jakarta.” ujar Mensesneg.

“Di negara mana?” tanya wartawan.

“Di salah satu negara Eropa.”

“Siapa-siapa saja yang akan ikut?”

“Sedianya, ya disesuaikan dengan kegiatan-masing-masing yang pasti putra-putri Presiden ada yang akan ikut.”

“Bagaimana kesehatan Presiden menurut Tim Dokter Kepresidenan?” kejar wartawan.

“Menurut pandangan Tim Dokter, saat ini secara medis Presiden dalam keadaan sehat walafiat. Seperti Anda saksikan sendiri pada Rabu lalu. Beliau memimpin Sidang 662 Kabinet terbatas bidang Ekku Wasbang dan Prodis. Sebelumnya juga menerima utusan tamu-tamu dari luar negeri. Kemarin (Kamis, 4/7) Presiden juga masih menjalankan acara-acara seperti yang dijadwalkan. Dan hari ini (kemarin) beliau juga masih menjalankan tugas-tugas kenegaraan seperti biasa.”

“Berapa lama Presiden akan menjalani pemeriksaan di luar negeri?”

“Saya tidak bisa memperkirakan waktunya. Karena pemeriksaan kesehatan itu memerlukan waktu beberapa hari.Ya, saya tidak bisa memberi keterangan saat ini.”

“Siapa saja menteri yang akan ikut dalam rombongan nanti?”

“Seperti saya katakan tadi, tidak ada menteri yang mengikuti perjalanan Presiden kali ini, karena tujuan utamanya adalah pemeriksaan kesehatan.” tutur Moerdiono.

Sumber : MEDIA INDONESIA (08/07/1996)

_______________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 661-663.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.