PEMERINTAH LANCARKAN “OPERASI PASAR” GULA

PEMERINTAH LANCARKAN “OPERASI PASAR" GULA

Volume Suplai Bulanan/Rutin dinaikkan 25%

Ijin Usaha Akan Dicabut jika Pedagang Timbun Gula

Presiden Soeharto menginstruksikan kepada aparat Pemerintah yang menangani masalah gula untuk meningkatkan pengadaan dan suplai gula di pasaran sebanyak 50% dalam bentuk" Operasi Pasar".

Selain pemasaran dipercepat, volume bulanan/rutin dinaikkan sebanyak 25% dari jumlah yang biasa. Dengan demikian, masyarakat konsumen tidak akan menaikkan keperluannya sebanyak 25% pula.

Presiden dan Menteri Perdagangan dan Koperasi Radius Prawiro, Senin pagi kemarin, membahas masalah gejolak kenaikan harga gula bertempat di Bina Graha.

Maksud operasi pasar tersebut untuk menekan harga gula tidak lebih dari Rp. 400,- per kg. Dikatakan oleh Radius, dalam usahanya mengatasi gejolak harga gula yang semakin meningkat, pemerintah membuat ancar-ancar harga eceran tertinggi gula (HET) sebesar Rp. 400 per kg.

Ijin Akan Dicabut

Atas pertanyaan pers, Radius mengakui, meningkatnya harga gula dewasa ini terutama disebabkan suplai yang sangat kurang, sedang harga impor melonjak, ditambah lagi ada usaha menimbun oleh para pedagang yang tidak bertanggungjawab. Sedang musim giling baru diperkirakan April mendatang.

Pihaknya telah memperingatkan beberapa pedagang besar gula di Surabaya yang dikatakan telah menimbun gula. Peringatan tersebut dilakukan hari Senin kemarin juga. Mereka diperingatkan agar tidak menjual gula lebih dari Rp. 400,- per kg.

"Apabila peringatan ini masih dilanggar, ijin usaha mereka akan dicabut!" kata Radius. Radius tidak menyebutkan berapa jumlah pedagang itu dan siapa-siapa mereka itu.

Aparat-aparat Departemen Perdagangan dan Koperasi serta BULOG; baik pusat maupun di daerah-daerah kini terus-menerus mengadakan monitoring harga gula di pasar-pasar, juga jaringan distribusinya, untuk mengetahui siapa-siapa pedagang/penyalur yang melakukan penimbunan atau berspekulasi.

Selain itu, Kepala BULOG sendiri, Bustanil Arifin, Senin kemarin langsung menuju ke Surabaya. Demikian diterangkan oleh Radius. Tetapi tidak dijelaskan untuk menindak penimbun atau untuk me-monitoring gula.

Pengijon

Berbicara tentang peningkatan pendapatan petani tebu, Pemerintah akan membina mereka dan KUD. Kata Radius, ini tidak lain disebabkan kenyataan, sekarang petani tebu banyak terjerat kaum pengijon.

Beberapa waktu yang lalu, Pemerintah telah menaikkan harga dasar pembelian gula pasir dari petani dari Rp.293,- per kg menjadi Rp.350,-.

Walaupun harga dinaikkan, petani tetap menerima dengan harga yang rendah, karena sebelumnya telah mengijonkan tebunya. Tentang kenaikan harga semen, disebabkan karena kelangkaan barang akibat kelambatan produksi, demikian Radius. (DTS)

Jakarta, Berita Buana

Sumber: BERITA BUANA (11/11/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 828-829.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.