PEMERINTAH BERTEKAD LAKSANAKAN PEMILIHAN UMUM ’82 YANG LUBER

PEMERINTAH BERTEKAD LAKSANAKAN PEMILIHAN UMUM ’82 YANG LUBER

Presiden tegaskan di depan raker Gubenur2 Tidak perlu ada kekhawatiran

Pemerintah dan seluruh aparatnya harus bertekad dan wajib beritikad melaksanakan Pemilihan Umum secaralangsung, umum, bebas dan rahasia.

Untuk program sektoral maupun regional, maka kini telah diadakan penyederhanaan dan percepatan penyelesaian Daftar Isian Proyek (DIP). Kepada

semua Departemen/Instansi yang bersangkutan, ditugaskan agar sebelum tahun anggaran 1980/81 dimulai, semua DIP telah dapat diselesaikan untuk secepatnya diserahkan kepada Departemen/lnstansi bersangkutan melalui para Gubernur sesuai dengan letak proyek masing-masing.

Presiden juga minta agar program lnpres dapat dilaksanakan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan dan kebijaksanaan yang telah digariskan pemerintah.

Bersamaan dengan usaha peningkatan pelaksanaan pembangunan, maka pengawasan pembangunan juga harus diperkuat dan ditingkatkan.

Ditekankan, dengan pengawasan yang lebih luas sifatnya dan dilaksanakan lebih terpadu dan baik, maka sekaligus dapat dihindarkan terjadinya hal-hal yang tidak menguntungkan atau hal-hal yang menyebabkan kegelisahan masyarakat.

Raker Gubernur Bupati/Walikota Kdh seluruh Indonesia yang dibuka kemarin itu, dihadiri oleh 366 orang yang terdiri a.I.26 Gubernur, I Pj. Gubernur 295 Bupati/Walikota Kdh Tk II, Ketua 2 DPRD, Ketua 2 Bappeda, Inspektorat dll. Juga hadir Wakil Presiden H. Adam Malik dan beberapa orang menteri Kabinet Pembangunan

III. Raker menurut rencana akan berlangsung sampai 15 Maret, di Jakarta. Mendagri : Sudah Ada Gelagat2 Sementara itu, Mendagri H. Amitmachmud dalam pengarahannya di depan Kepda2 tsb. menegaskan, menjelang penyelenggaraan Pemilu 1982 dengan gelagat­gelagat yang tdah diketahui, pengendalian situasi sangat menentukan. Oleh sebab itu, ia meminta perhatian Gubernur Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah sebagai administrator kemasyatakatan melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

Mendagri meminta Kepala Daerah mengamati secara tepat setiap gejala dan gelagat dalam masyarakat. Menanggapi secara tepat, gar tidak terjadi kasus-kasus betapapun kecilnya yang dapat berkembang menjadi keresahan sosial. Dengan demikian, keadaan selalu dapat dikendalikan sebelum berkembang menjadi liar dan binal tidak terkuasai. Tentang stabilitas politik, Mendagri mengingatkan, tidak hanya menyentuh wujud lahiriyah saja dan tidak semata-mata menyangkut wadah kegiatan politik saja, tetapi merupakan tujuan pembangunan politik yang mendasar yang menyangkut kesadaran akan benarnya berpancasila.

Menyinggung masalah pembangunan desa, Mendagri menyatakan Lembaga Sosial Desa akan ditingkatkan menjadi Lembaga Ketahanan Desa dengan BUUD/KUD menjadi kekuatan ekonomi nasional di desa, dengan PKK yang efektif, maka kesemuanya melalui sistim UDKP (Unit Daerah Kerja Pembangunan) dapat menyatu dalam program pembangunan nasional.

Pertanahan

Berbicara masalah pertanahan, Menteri mengatakan, beberapa kasus yang cukup menarik perhatian akhir-akhir iniada kaitannya dengan penggunaan tanah dan catur tertib agraria adalah limbah industri non pertanian yang berada di sekitarnya .

Kasus-kasus itu menegaskan perlunya pandangan yangjauh ke depan khususnya dalam memberikan perijinan penentuan lokasinya, harus benar-benar disertai tinjuan teknis atas segala kemungkinan yang timbul dari sesuatu industri.

Dalam hubungan ini, menurut Menteri tidak perlu ditenggang alasan atau dalih seperti: tehnologi belum. mampu menginderai atau meramalkan kemungkinan pencemaran atau belum berpengalaman dan sebagainya.

Adalah lebih baik, ujar Menteri, kita mengambil sikap untuk tidak mengorbankan Rakyat. Karena biasanya pengusaha yang bersangkutan akan cuci tangan atau menghindari dari tanggungjawab jika kemudian ternyata timbul akibat yang merugikan. (DTS)

Jakarta, Pelita

Sumber: PELITA (01/03/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II JenderalBesar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: AntaraPustaka Utama, 2008, hal. 553-555.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.