PEMERINTAH BELANDA DORONG INVESTASI LANGSUNG KE RI

PEMERINTAH BELANDA DORONG INVESTASI LANGSUNG KE RI[1]

 

 

Jakarta, Antara

Pemerintah Belanda akan terus mendorong para pengusahanya untuk melakukan investasi langsung ke Indonesia terutama karena pemerintah Den Haag telah mengeluarkan paket keuangan.

Setelah mengadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto di Biria Graha, Selasa, Menteri Perekonomian Belanda Wijers mengatakan kepada pers bahwa pemerintahnya mengeluarkan paket keuangan itu pada bulan Agustus 1995.

Wijers mengatakan paket itu dikeluarkan pemerintahannya bertujuan untuk meningkatkan daya saing pengusaha sehingga mereka mampu bersaing dengan pengusaha negara-negara lain dalam berbisnis di Indonesia.

Ia mengemukakan paket itu antara lain untuk mendorong  ekspor dan investasi, dilakukannya studi kelayakan serta alih teknologi. Paket itu telah mengakibatkan ditandatanganinya 30 MoU. Dari 30 MoU itu, yang sudah dijabarkan adalah 20 buah, kata Wijers yang dalam kunjungan kehormatan itu diantar Menko Prodis Hartarto.

Di tempat yang sama, Kepala Negara juga menerima Wakil Perdana Menteri Australia Tim Fischer yang juga menjadi Menteri Perdagangan. Kedua pejabat ini berada di Jakarta untuk menghadiri pertemuan “Indonesia Summit.”

Dalam keterangannya kepada pers seusai kunjungan kehormatan itu, Fischer mengatakan, pemerintahan Canberra akan mendorong pengusahanya meningkatkan investasi di Indonesia.

Kegiatan investasi yang bisa dilakukan para pengusaha Australia antara lain di bidang pertambangan, pengamanan gedung serta pembuatan jalan tol.

Fischer yang juga diantar Hartarto mengatakan, perdagangan timbal balik kedua negara pada tahun 1995 mencapai 3,4 miliar dolar Australia. (T/ Eu02/EU04/ 14/05/9615:30/RU1).

Sumber : ANTARA (14/05/1996)

_______________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 312-313.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.