PEMERINTAH AS HARAPKAN, INDONESIA HINDARI PENGGUNAAN KEKERASAN

PEMERINTAH AS HARAPKAN, INDONESIA HINDARI PENGGUNAAN KEKERASAN[1]

 

Washington, AFP

Amerika Serikat mengharapkan pemerintah Indonesia menghindari kekerasan dan membuka dialog dengan para pemrotes.

“Kita (AS) selalu melakukan kontak dengan para pejabat, Indonesia melalui berbagai cara.” kata Jim Steinberg, deputi penasihat Keamanan Nasional AS, ketika menyertai kunjungan Presiden AS Bill Clinton ke Eisenach, bekas Jerman Timur.

“Kita (AS) telah mengontak pemerintah dan aparat keamanan Indonesia dan minta menghindari kekerasan serta menunjukkan pengendalian diri maksimum dalam menghadapi pengunjuk rasa damai.” sambung Steinberg,

“Kita (AS) pikir adalah sangat penting, mereka (pemerintah dan aparat keamanan Indonesia) menghindari kekerasan dalam situasi seperti ini. Dan seperti dikatakan Menlu (AS, Medeleina Albright) beberapa hari lalu, agar mereka (pemerintah Indonesia) memperluas dialog.” sambungnya.

Juru bicara Pentagon Kementerian Pertahanan AS, Kenneth Bacon mengatakan,

“Pemerintah AS mungkin akan menyelenggarakan penerbangan carter untuk mengevakuasi warga AS ke luar dari Jakarta dan wilayah Indonesia lainnya, kata Bacon.”

“Itu (penerbangan carter) akan dilaksanakan oleh Kementerian Luar Negeri.” sambungnya.

Penggunaan pesawat militer, sambungnya, untuk tahap ini dirasa belum perlu.

“Tapi kami (Pentagon) bekerja dengan Kementerian Luar Negeri berdasarkan permintaan Kementerian mereka (Kementerian Luar Negeri). Kami (Pentagon) memenuhi permintaan Kementerian Luar Negeri untuk memberi perlindungan dan dukungan bila diperlukan.” ujarnya.

Seorang pejabat tinggi Pentagon mengatakan Belleu Wood dan dua kapal amfibi penyerang USS Dubuque dan USS Germantown sedang berada dikawasan sekitarnya. Pejabat ini tidak merinci posisi persis ketiga kapal ini.

USS Belleau Wood membawa sembilan unit helikopter CH-46 Sea Knigh, dan enam unit helikopter penyerang AV-8B Harrier.

Ketika operasi evakuasi warga AS dari Indonesia sedang dibahas, Washington membatalkan misi pejabat tinggi militer ke Indonesia.

“Delegasi militer tidak akan berangkat (ke Indonesia).” kata Stanley Roth, asisten Menlu AS, di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat.

Laksamana Joseph Preuher, komandan tentara AS di Pasifik, yang tadinya ditugaskan memimpin delegasi militer AS ke Indonesia, dijadwalkan berangkat Kamis lalu waktu AS, atau Jumat malam, waktu Indonesia. Misi mereka adalah menyampaikan pesan pemerintah AS agar pemerintah dan aparat keamanan Indonesia menunjukkan sikap menahan diri dalam menghadapi aksi unjuk rasa yang berlangsung secara damai.

“Dengan memperhatikan situasi yang makin memburuk, termasuk penutupan jalan dari Bandara ke Jakarta, timbul pertanyaan yang jelas tentang bagaimana bisa masuk ke negara itu (Indonesia).” ujar Roht sambil menambahkan bahwa prioritas Washington saat ini, adalah keselamatan sekitar 12.000 orang warga AS di Indonesia termasuk antara 2000 orang sampai 3.000 orang yang tinggal di Jakarta.

Inggris

Dari London diperoleh laporan bahwa pemerintah Inggris tidak mau memberi komitmen untuk membekukan penjualan senjata ke Indonesia.

“Kami sama sekali tidak bisa memberi kepastian tentang hal itu.” kata Barbara Roche, Under Secretary (pejabat setingkat Dirjen) di Kementerian Perdagangan Inggris.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang apakah Inggris akan membekukan penjualan senjata ke Indonesia, karena ada informasi bahwa senjata-senjata buatan Inggris dimanfaatkan untuk menangani aksi unjuk rasa.

Roche mengatakan, selama tiga bulan pertama 1998 ini, Inggris telah memberikan 28 lisensi untuk Indonesia dengan produk yang sangat bervariasi, jauh lebih luas dibanding penjualan senjata. Lisensi itu, sambungnya, diberikan setelah melalui pertimbangan yang sangat hati-hati, sesuai kriteria yang ditetapkan pemerintah Inggris tahun lalu, sejalan dengan janji Menlu lnggris, Robin Cook, untuk menerapkan politik luar negeri beretika.

Sambil menekan kembali sikap pemerintah Inggris yang sangat menyesalkan kerusuhan dan penjarahan di Indonesia, Roche menambahkan, pemerintahan Partai Buruh telah menolak aplikasi, lisensi yang diajukan Indonesia, yang mencakup sniper dan beberapa jenis senjata api lainnya, suku cadang senapan, beberapa jenis kendaraan militer, dan simulator militer.

Dari Moskow dilaporkan, pemerintah Rusia menyerukan agar kerusuhan diselesaikan secara damai.

“Korban yang diakibatkan oleh gelombang kerusuhan membuat kita (Rusia) merasa sangat prihatin.” kata Vladimir Rakhmanin, juru bicara Kementerian Luar Negeri.

“Kita (pemerintah Rusia) yakin masalah kompleks yang dihadapi Indonesia akan terselesaikan secara damai tanpa merusak stabilitas nasional dan regional.”

Sumber : MEDIA INDONESIA (16/05/1998)

___________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 299-301.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.