PEMERINTAH AKAN TEMPATKAN 20 RIBU KK DI LAHAN 1 JUTA HA

PEMERINTAH AKAN TEMPATKAN 20 RIBU KK DI LAHAN 1 JUTA HA[1]

 

Jakarta, Antara

Pemerintah pada tahun anggaran 1997/1998 akan menempatkan transmigran sebanyak 20 ribu kepala keluarga guna mengolah lahan gambut sejuta hektar di Kalimantan Tengah, kata Mentrans dan PPH Siswono Yudohusodo, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat.

Siswono bersama Meneg PPN/Ketua Bappenas Ginandjar Kartasasmita, Mentan Sjarifudin Baharsjah dan Men PU Radinal Moochtar sebelumnya melapor kepada Presiden Soeharto mengenai kemungkinan masalah persediaan air di lahan tersebut.

Mentrans dan PPH menjelaskan, 20 ribu KK transmigran itu terdiri atas delapan ribu KK dari masyarakat setempat dan 12 ribu masyarakat pendatang. Para transmigran itu antara lain akan didatangkan dari Lampung.

“Ini pertama kalinya Lampung mengirim transmigran di mana Kalteng menjadi daerah penerima pertama transmigran Lampung.” kata Siswono.

Sebelumnya, di lahan itu sudah terdapat 2.500 KK, di mana 1.700 KK dari masyarakat setempat dan sisanya masyarakat pendatang.

Mentan Sjarifudin Baharsjah menjelaskan, pemerintah saat ini memusatkan perhatiannya terhadap penyediaan air di lahan 200 Ha yang ditanami padi. Di lahan lainnya ditanami jagung seluas 2.500 Ha. Penanaman jagung itu disesuaikan dengan musim kemarau saat ini.

Menjawab pertanyaan, Meritan menegaskan, pada saat ini sebenarnya belum ada daerah yang dapat digolongkan “darurat” dalam hal penyediaan air, namun pihaknya terus memantau berbagai perkembangan musim kemarau saat ini.

Sedangkan Menteri PU Radinal Moochtar menjelaskan, pada dasarnya di lahan sejuta hektare tidak terdapat masalah dalam penyediaan air. Namun, pihaknya tetap mengambil langkah antara lain berupa peningkatan kapasitas pintu air dan jaringan.

Sumber : ANTARA (11/07/1997)

______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 403-404.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.