PEMERIKSAAN KESEHATAN DILAKUKAN, BESOK SOEHARTO BERTOLAK KE EROPA

PEMERIKSAAN KESEHATAN DILAKUKAN, BESOK SOEHARTO BERTOLAK KE EROPA[1]

 

Jakarta, Media Indonesia

Tepat pukul 21.20 WIB tadi malam, pesawat MD-11 Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-9001 yang membawa Presiden Soeharto menuju ke Eropa untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lepas landas dari bandara Halim Perdanakusuma. Kepala Negara didampingi oleh beberapa putra-putrinya serta Tim Dokter Kepresidenan yakni dr. Harry Sabardi, dr. Adikusno dan dr. Hasworo.

Empat putra-putri Presiden yang turut mendampingi menuju Eropa adalah Sigit Harjojudanto, Ny. Siti Hardijanti Rukmana, Ny. Titiek Prabowo, serta Ny. Mamiek Pratikto Singgih. Sejumlah pejabat ikut mengantar keberangkatan Kepala Negara hingga tangga pesawat. Antara lain Mensesneg Moerdiono, Mensekkab Saadillah Mursjid, dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Sutiyoso.

Anak ketiga Presiden, Bambang Trihatmodjo, yang tidak berangkat, bersama istrinya Ny. Halimah turut mengantar hingga masuk ke pesawat. Tampak pula putri Bambang, Gendis, serta para menantu Pak Harto yakni Indra Rukmana, Pratikto Singgih, Ny. Elsye Sigit dan putranya Retnowati Widowati serta Ary Sigit.

Tepat pukul 21.00 WIB mobil yang membawa Presiden tiba di depan tangga pesawat yang dipiloti S Simanjuntak. Pak Harto yang tampak segar berjabat tangan dengan Moerdiono, Saadilah Mursjid dan Sutiyoso yang didampingi istri serta sejumlah pejabat lainnya. Sebelum, menaiki tangga pesawat, Pak Harto memberi ciuman kepada putra dan menantu serta cucu-cucu yang tidak turut berangkat. Pak Harto kemudian menaiki tangga pesawat dengan menggandeng cucunya dari Ny. Mamiek Pratikto Singgih, kemudian disusul para putra dan putri yang turut mendampingi.

Kepada wartawan Mensesneg Moerdiono mengatakan bahwa Pak Harto perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara lebih dalam lagi di Eropa dengan menggunakan peralatan lebih canggih yang memang belum ada di Indonesia. Menurut rencana Pak Harto akan melakukan pemeriksaan kesehatan mulai Selasa (9/7) selama beberapa hari.

Ketika ditanya mengapa Wapres Try Sutrisno dan para menteri tidak turut mengantar keberangkatan Kepala Negara, Moerdiono menjelaskan, kepergian ini bukan untuk kunjungan kenegaraan atau kunjungan kerja, tetapi sekedar melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Presiden sendiri meminta yang mengantarkan cukup para staf yang secara langsung melayani tugas kepresidenan sehari-hari.” ujarnya.

Usai Sidang Kabinet Bidang Ekku Wasbang dan Prodis Rabu (3/7) lalu, sempat beredar isu bahwa kesehatan Kepala Negara memburuk. Keesokan harinya kantor berita AFP menurunkan berita dengan titel : Suharto tofly Germany for heart, liver treatment. Akibat berita itu, Bursa Efek Jakarta sempat terpengaruh sehingga ISHG jatuh sampai 5,46 poin.

Isu tersebut mulai reda setelah dua hari berturut-turut Pak Harto tampak tetap melaksanakan tugas-tugas kenegaraan hingga Jumat (5/7) lalu. Pada hari itu Mensesneg Moerdiono mengumumkan kepastian Pak Harto akan bertolak ke Eropa untuk memeriksakan kesehatan. Menurut Mensesneg, pemeriksaan itu rutin dilakukan Kepala Negara setiap enam bulan sekali.

“Presiden selalu menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin, setiap enam bulan.” kata Moerdiono.

Terakhir, pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh Tim Dokter Kepresidenan berlangsung pada 29 Juni. Dari pemeriksaan tersebut tim ahli berpendapat kesehatan Presiden perlu didalami, terutama menggunakan alat-alat yang lebih canggih.

“Atas dasar nasihat tim dokter ahli, Presiden memutuskan mengadakan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut di luar negeri.” ungkap Moerdiono.

Sementara itu ratusan santri yang mengikuti upacara pembukaan Pekan Pesantren Kilat Nasional 96 kemarin secara spontanitas mendoakan agar Presiden Soeharto tetap diberikan kesehatan dan kekuatan oleh Allah SWT. Doa bersama yang dihadiri oleh Menpora Hayono Isman di Vila Jaya Raya Cipayung, Bogor itu dipimpin dai muda KH. Agus Dharmawan.

Mereka berharap agar Kepala Negara kembali ke Tanah Air dengan selamat untuk menyelesaikan tugas-tugas kenegaraan yang diembannya hingga Sidang Umum MPR 1998.

“Telah banyak pengabdian dan jasa Bapak Presiden untuk umat Islam dan bangsa Indonesia. Karena itu ya Allah berikan kesehatan kepada presiden kami, pinta KH. Agus Dharmawan, pelaksana kegiatan pesantren Kilat itu. Hadir antara lain Prof. KH. Ali Yafie, KH. Zainuddin, MZ, Dokter KH. Manarul Hidayat.

Sumber : MEDIA INDONESIA (08/07/1996)

_____________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 659-661.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.