PEMBICARAAN TELEPON NAKASONE – SOEHARTO

PEMBICARAAN TELEPON NAKASONE – SOEHARTO

Perdana Menteri Jepang Yasuhiro Nakasone, Sabtu pukul 9.00 pagi menelpon Presiden Soeharto dari kantor PM di Tokyo ke Bina Graha, Jakarta, "Halo, di sini Presiden Soeharto, Yang Mulia … ,"ucap Kepala Negara mengawali pembicaraannya.

Presiden pada kesempatan itu menekankan pentingnya segera direalisir hal-hal yang telah disetujui bersama ketika PM Nakasone berkunjung ke ASEAN dan Brunai beberapa waktu yang lalu.

"Yang Mulia, hanya dengan cara itulah kita dapat memberi arti bagi peningkatan pengertian yang ada antara Jepang-ASEAN".

Dikatakan, peranan Jepang dalam menghubungkan keinginan negara berkembang terhadap negara industri khususnya dalam konperensi antar negara industri yang akan berlangsung di Williamsburg, AS, sangat besar. Masalahnya sekarang tinggal melaksanakan apa yang telah disepakati dan dibicarakan.

Kepada Nakasone, Presiden menegaskan kernbali perlunya saling pengertian yang telah terbina selama ini. Hal seperti itu merupakan landasan yang baik untuk memelihara persahabatan dan kerja sama antara Jepang-Indonesia dan ASEAN umumnya

Apa yang dikatakan PM Nakasone itu hanyalah Presiden Soeharto dan Uneda selaku penerjemah yang mendengarkan.

Pada awal pembicaraan, Kepala Negara sangat menghargai inisiatif PM Jepang yang segera melakukan kontak telepon seusai kunjungannya ke ASEAN dan Brunai.

Kontak langsung lewat telepon dinilai pula sebagai komunikasi yang erat, khususnya antara Presiden Soeharto dengan Nakasone. Kebiasaan itu perlu dipelihara dan dibina terus.

"Saya selalu siap menerima panggilan telepon dari Yang Mulia. Begitu pula sebaliknya bilamana saya perlu akan menelpon Yang Mulia," ujar Presiden Soeharto seraya menambahkan bahwa kunjungannya ke ASEAN dapat dikatakan berhasil.

Nakasone menelpon Presiden Soeharto untuk menyampaikan terima kasih atas penerimaan sewaktu berkunjung ke Indonesia serta penganugerahan Bintang Maha Putra Adipurna kepadanya.

Akan hal itu, Presiden menyatakan, apabila kunjungannya ke Indonesia memperoleh sambutan hangat adalah suatu hal yang wajar, tetapi jika ada kekurangan di sana-sini hendaknya tidak menjadi penghalang dalam mempererat persahabatan antara kedua negara.

Lebih dari itu, kunjungan PM Jepang ke Indonesia bukan saja untuk mempererat tetapi demi kepentingan perdamaian dan stabilitas ASEAN.

Pembicaraan yang berlangsung selama 15 menit, diakhiri dengan ucapan selamat dan bahagia kepada keluarga Presiden Soeharto atas pemikahan putrinya, Siti Hediati Hariyadi dengan Kapten TNI-AD Prabowo Subianto. (RA)

Jakarta, Suara Karya

Sumber : SUARA KARYA (15/05/1983)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VII (1983-1984), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 77-78.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.