PEMBANGUNAN SWALAYAN DI DATI II HARUS SEIZIN MENPERINDAG

PEMBANGUNAN SWALAYAN DI DATI II HARUS SEIZIN MENPERINDAG[1]

 

Jakarta, Antara

Pemerintah tetap melarang pembangunan pasar swalayan dan sejenisnya di daerah tingkat II, dan kalaupun dibangun maka hal itu hanya bisa dilakukan setelah memperoleh izin menperindag.

“Pasar swalayan hanya boleh berada di tingkat I. Pasar swalayan boleh saja dibangun di dati II asalkan pertumbuhan ekonominya cepat dan itu pun harus disetujui terlebih dahulu oleh Menperindag.” kata Menperindag Tunky Ariwibowo di Istana Merdeka, Jumat.

Masalah pembangunan pasar swalayan itu dijelaskan Tunky kepada wartawan setelah melapor kepada Presiden Soeharto mengenai SKB Menperindag dengan Mendagri Yogie SM tanggal 12 Mei tahun 1997.

Tunky dan Yogie menyepakati SKB No 57/97, yang berjudul

“Penataan Dan Pembinaan Pasar Dan Pertokoan.”

Berdasarkan kesepakatan itu, yang dimaksud dengan pasar modern adalah mal, super market, department store, shopping center dan waralaba.

Sementara itu, yang dimaksud dengan pasar tradisional adalah pasar desa, pasar kecamatan. Pasal 4 SKB ini menyatakan bahwa lokasi pasar modem berada di ibu kota provinsi daerah tingkat I yang ditetapkan berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK).

“Penetapan lokasi pasar modern di daerah tingkat II yang perkembangan kota dan ekonominya dianggap sangat pesat dan berlokasi di luar ibu kota provinsi daerah tingkat I harus memperoleh izin secara khusus dari menteri (perdagangan dan perindustrian, red).” demikian isi payat 2 pasal 4.

Ketika ditanya tentang nasib pasar modern yang sudah ada eli daerah tingkat II, Tunky menyatakan, mereka boleh melanjutkan operasi asalkan melakukan kerjasama kemitraan dengan pengusaha lemah dan koperasi.

Pembuatan SKB ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Presiden Soeharto tentang pembinaan pengusaha kecil dan menengah serta koperasi. Kehadiran pasar modern di daerah tingkat II selama ini dikhawatirkan akan mematikan pasar tradisional serta pedagang kecilnya.

Sumber : ANTARA (30/05/1997)

_______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 369-370.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.