PEMBANGUNAN PABRIK SEMEN KUPANG-11 MULAI 1997

PEMBANGUNAN PABRIK SEMEN KUPANG-11 MULAI 1997[1]

 

Kupang, Antara

Pembangunan perluasan Pabrik Semen Kupang-II di atas areal seluas 140 hektare akan dimulai Januari 1997 untuk menambah kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan semen antarpulau dan lokal.

Asisten II Setwilda NIT Drs. Alolong Joko di Kupang, Rabu, mengatakan dalam tempo enam bulan, proyek tersebut diperkirakan sudah selesai, sehingga kebutuhan semen antar pulau dan lokal bisa segera terpenuhi.

Sementara itu Dirut PT. Semen Kupang Satar Taba SE yang dihubungi sebelumnya mengatakan, sejak awal tahun ini perusahaan yang dipimpinnya sedang berupaya meningkatkan kapasitas produksi dari 180.000 ton /tahun menjadi 270.000 ton/tahun.

Rencana pengembangan pabrik terbesar di NTT itu sudah dimulai awal tahun ini sehingga diharapkan bisa selesai awal tahun 1997.

Peningkatan kapasitas produksi ini merupakan realisasi proyek jangka pendek di lingkungan PT. Semen Kupang sedangkan untuk jangka panjang akan dibangun PT. Semen Kupang-II, katanya.

Satar menjelaskan, jika pada 1997 kapasitas produksi ini sudah ditingkatkan, maka 170 ribu ton dari total produksi itu akan dimanfaatkan untuk kebutuhan di NTT, sedangkan sisanya untuk antar pulau.

Dia mengatakan, selama ini Semen Kupang hanya sebagai pemasok semen bagi kebutuhan lima provinsi di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yakni, Bali, NTB, Timtim, Maluku, dan selain NTT, kata Satar Tabah.

Ia mengharapkan dukungan dari masyarakat NTT dengan cara memanfaatkan produk Semen Kupang, karena selain harganya terjangkau, dana yang ada di NTT tidak sampai terserap keluar NTT.

Kapasitas produksi PT. Semen Kupang sejak diresmikan 14 April 1984 oleh Presiden Soeharto tercatat 400 ton/hari dan mengalami kenaikan hingga saat ini tercatat sekitar 600 sampai 700 ton/hari, kata Satar Taba.

Sumber : ANTARA (11/12/1996)

________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 527.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.