PEMBANGUNAN JIWA TAK KALAH PENTING

Presiden Soeharto Mengingatkan:

PEMBANGUNAN JIWA TAK KALAH PENTING [1]

 

Jakarta, Sinar Harapan

Presiden Soeharto, Kamis siang, mengingatkan kembali bahwa pembangunan kejiwaan juga harus ditingkatkan, tidak kalah pentingnya dari segala macam pembangunan serba benda yang kini menjadi pusat perhatian. Pembangunan kejiwaan tidak boleh dilupakan sebab juga menjadi tujuan penting pembangunan bangsa dan menjadi idam2an Indonesia Merdeka.

Presiden mengingatkan Lagu Kebangsaan kita, Indonesia Raya, menegaskan hal itu. Disana ada bait yang berbunyi

“Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, Untuk Indonesia Raya.”

Kepala Negara menekankan hal ini dalam sambutannya pada upacara penyerahan piala, piagam, hadiah dan kenang2an kepada guru teladan, para pelajar teladan, pemenang lomba paduan suara, pemenang lomba gerak jalan dan pemenang pawai orde baru dalam rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan di Sasana Langen Budaya Taman Mini Indonesia Indah.

Presiden. Ny. Tien Soeharto dan Wakil Presiden bersama sejumlah menteri telah berkenan menyerahkan piala, piagam, hadiah dan kenang2an kepada para pemenang dari perlombaan-perlombaan tsb.

Masing2 guru teladan nasional memperoleh uang deposito Rp. 100.000,- dari Presiden Soeharto dan dari RIA Pembangunan mereka masing2 memperoleh Tabanas Rp. 100 ribu uang kontan Rp. 50 ribu dan bingkisan berisi satu potong bahan celana serta satu kain panjang. Juara2 pertama dari tingkat SD, SLTP, SLTA juga menerima masing2 Tabanas bernilai RP. 50 ribu dan tiket pesawat terbang Jakarta – Tokyo PP dengan tambahan uang saku untuk sepuluh hari.

Sedang juara2 kedua dan ketiga dari ketiga tingkat sekolah tsb masih memperoleh tabanas Rp. 50 ribu, sedang guru teladan dari Propinsi Timor Timur memperoleh kenang2an berupa uang kontan Rp. 50.000,-, 1 Arloji, satu bingkisan berisi bahan celana dan satu potong kain panjang.

Para pelajar teladan pengibar bendera masing2 menerima 1 pulpen, 1 foto Presiden dan Ny. Tien Soeharto serta 1 kemeja batik untuk pria dan 1 kain batik untuk wanita.

Kerja Keras

Presiden Soeharto dalam sambutannya juga mengatakan bahwa kita memang sedang membangun, yang memerlukan perhatian dan kerja keras.

Tetapi kita juga perlu sesekali bersukaria, pada waktu2 yang tepat untuk menyegarkan kembali pikiran dan semangat kita.

“Marilah kita bekerja dengan sungguh2 waktu kita bekerja dan marilah kita gembira waktu kita bergembira. Ini akan membuat kita berbahagia”.

Kepala Negara menyatakan gembira dapat bertemu dengan para guru yang mewakili Timor-Timur dan kepada mereka Presiden mengatakan mereka telah berada di dalam alam kemerdekaan, serta meminta mereka dapat melihat dan mengambil hal2 yang baik yang nanti dapat dilaksanakan di Timor-Timur baik dibidang pendidikan maupun pembangunan masyarakat.

Menyinggung gerak jalan, Kepala Negara menilainya sebagai olahraga yang paling murah dan setiap orang dapat melakukannya serta merupakan olahraga yg paling baik untuk memelihara kesehatan dan kesegaran Jasmani. Kamis paginya sebelum upacara penyerahan hadiah2 tsb. Presiden menyampaikan sambutan pada upacara peresmian pembukaan Taman Burung, Taman Ria Indah dan Balairung Sumatera di Taman Mini ini.

Ny. Tien Soeharto selaku Ketua Yayasan Harapan Kita dalam laporannya mengatakan Taman Burung meliputi luas tanah 9.400 m2, dapat menampung 850 ekor burung dari bermacam2 jenis di Tanah Air. Taman Ria Indah seluas 53.900 M2, didalamnya terdapat Taman Mina dengan mobil kuno yang dapat dikendarai anak2 dan juga orang dewasa. Balairung Sumatera atau Sumatera Barat merupakan tempat bermusyawarah secara adat dari Propinsi tsb yg bentuk dan isinya disesuaikan dengan yang asli sedang bangunannya seluas 300M2 berdiri megah diatas tanah luas 1.800 M2.  (DTS)

Sumber: SINAR HARAPAN (19/08/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 80-81.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.