PEMBANGUNAN JALAN & JEMBATAN RAPBN 1987/88

PEMBANGUNAN JALAN & JEMBATAN RAPBN 1987/88

 

 

Dalam tahun ketiga Pelita IV, realisasi rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan diperkirakan mencapai sepanjang 11.160 kilometer dan penunjangan jalan 11.824 km, Presiden Soeharto, Selasa, mengungkapkan hal tersebut, ketika menyampaikan nota keuangan dan Pidato Pengantar RAPBN 1987/1988 di depan sidang Paripurna DPR, di Jakarta.

Dijelaskan, pelaksanaan pembangunan jalan/jembatan selalu mengutamakan peningkatan jalan dan pembangunan jalan baru yang membuka isolasi daerah serta daerah perbatasan, terutama di Kalimantan dan Irian Jaya ditambah jalan-jalan yang menuju pusat produksi di daerah lainnya.

Selama kurun waktu yang sama, juga dilakukan peningkatan jalan dan jembatan sepandang 2.223 km, pembangunan jalan dan jembatan sepanjang 64 km serta penggantian jembatan sepanjang 4.545 meter.

Pada pidato pengantar RAPBN 1987/1988, Presiden Soeharto menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan merupakan salah satu kegiatan sektor perhubungan dan pariwisata yang akan memperoleh anggaran pembangunan sekitar Rp 1,2 trilyun lebih. Ini berarti kenaikan 21% dari anggaran yang sekarang (RAPBN 1986/1987).

Menurut Presiden, pemberian prioritas yang tinggi pada sektor ini merupakan upaya memperkuat prasarana ekonomi, khususnya perhubungan dan telekomunikasi.

Hal ini sekaligus dimaksudkan untuk meningkatkan kegiatan kepariwisataan demi memperbesar penerimaan devisa, memperluas kesempatan kerja dan kegiatan ekonomi lainnya.

Khusus pembangunan jalan dan jembatan yang sedang berlangsung di berbagai daerah serta peningkatan, perbaikan dan pemeliharaan jalan-jalan dan jembatan yang sudah ada, tetap dilanjutkan pelaksanaannya. Sekaligus melanjutkan pembangunan dan rehabilitasi jalan kereta api.

Program pembangunan jalan dan jembatan ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pelayanan jaringan jalan/jembatan yang tersebar ke seluruh Indonesia agar dapat melayani lalu-lintas yang semakin berkembang, terutama arus jalan yang mempunyai nilai sosial dan ekonomis tinggi.

Program pembangunan jalan dan jembatan juga menyebabkan jaringan jalan dapat meningkatkan mobilitas antar daerah, menembus daerah terpencil, penyebaran pembangunan di berbagai daerah serta dapat membuka daerah potensial yang masih terisolir.

Dalam pelaksanaan pembangunan jalan disesuaikan dengan fungsinya, yaitu jalan untuk menjangkau pelayanan jarak jauh (arteri), jalan-jalan bagi pelayanan jarak menengah (jalan kolektor) dan jalan untuk pelayanan setempat (jalan lokal).

Berkaitan dengan hal tersebut, sampai tahun kedua Pelita IV jumlah panjang jalan arteri dan jalan kolektor meningkat sepanjang 40.808 kilometer, terdiri dari ruas jalan dalam kondisi mantap sepanjang 18.458 km (45%) dan ruas jalan dalam kondisi tidak mantap sepanjang 22.162 km (54,5%).

Sementara itu, curah hujan yang tinggi mengakibatkan bencana alam di beberapa propinsi, sehingga mengurangi umur jalan serta menurunkan kondisi beberapa ruas jalan.

Penurunan kondisi ini menyebabkan ruas jalan dalam kondisi kritis mencapai sepanjang 188 kilometer (0,5%). (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (06/01/1987)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 345-347.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.