PEMBANGUNAN GELORA LHONG RAYA DIPACU UNTUK HAORNAS 1997

PEMBANGUNAN GELORA LHONG RAYA DIPACU UNTUK HAORNAS 1997[1]

 

Banda Aceh, Antara

Pembangunan gelanggang olahraga (Gelora) Lhong Raya, Banda Aceh, terus dipacu agar dapat dimanfaatkan untuk arena pembukaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) XN yang dihadiri Presiden Soeharto, September 1997.

“Kami harapkan gelanggang olahraga terlengkap dan terbesar di Sumatera ini, paling lambat akhir Juli 1997 sudah rampung.” kata Wakil Ketua KONI Aceh, H. Zainuddin Hamid, kepada ANTARA ketika meninjau Gelora Lhong Raya di Banda Aceh, Rabu.

Gelora berkapasitas 40.000 tempat duduk itu mulai dibangun sejak tahun anggaran 1990/91 dilengkapi lapangan sepuluh cabang olahraga serta tempat penginapan atlet yang akan menghabiskan dana sedikitnya Rp 83 miliar.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Syamsuddin Mahmud dalam penjelasan kepada panitia anggaran DPRD Aceh menyebutkan, realisasi fisik pelaksanaan pembangunan Gelora Lhong Raya keseluruhannya saat ini sudah mencapai sekitar 70 persen.

Menurut Zainuddin, realisasi dana APBD Tingkat II Aceh yang sudah terserap untuk proyek Gelora Lhok Raya, sekitar lima kilometer darijan tung kota BandaAceh itu sampai Februari 1997 baru mencapai sekitar Rp 10,5 miliar.

Pelaksana proyek PT. Tuah Sejati Banda Aceh, sejak dua bulan terakhir terus memburu penyelesaian pembangunan gelora.

Zainuddin Hamid juga mengimbau kalangan industri raksasa dan swasta di provinsi Aceh ikut membantu dalam mempercepat proses penyelesaian Gelora Lhong Raya yang lengkap dengan beberapa lapangan olahraga tertutup.

Lapangan tertutup itu dinilai semakin mendesak dibangun di ibukota “Serambi Mekah” itu, guna memacu prestasi atlet dari beberapa cabang olahraga prioritas, seperti pencak silat, anggar, bulutangkis, bola basket dan bola voli.

Menurut Zainuddin Hamid, selama ini di kota Banda Aceh hanya tersedia sebuah gedung olaraga (GOR) tertutup milik KONI Aceh yang dipakai secara bergilir oleh para atlet semua cabang olahraga binaan KONI Aceh.

“Kita tidak mungkin mengandalkan sebuah Gor terutup itu yang dimanfaatkan oleh atlet semua cabang olahraga.” katanya.

Sumber : ANTARA (24/03/1997)

__________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 560.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.