PEMBANGUNAN BATAM DISAMPING PABRIK SENJATA BIAYA KUWAIT

PEMBANGUNAN BATAM DISAMPING PABRIK SENJATA BIAYA KUWAIT

residen Soeharto, Rabu pagi, di Jalan Cendana, menerima kunjungan kehormatan Menteri Keuangan Kuwait, Abdul Rahman Salim Al-Ateegi yang diantar oleh Menteri Keuangan RI Ali Wardhana.

Selesai pertemuan, Menteri Keuangan Kuwait itu mengatakan kepada pers ia telah mengadakan pembicaraan mengenai kemungkinan kerjasama di bidang ekonomi, keuangan dan joint venture. Namun ia tidak bersedia memperinci proyek apa yang dijajagi. Atas pertanyaan ia mengatakan kunjungan hanyalah untuk menjajagi kemungkinan yang banyak itu.

Ia membenarkan pembangunan Pulau Batam merupakan salah satu proyek yang dibicarakan. El-Ateegi atas pertanyaan: apakah juga telah dibicarakan kemungkinan pembangunan pabrik senjata yang dibiayai oleh Kuwait, dijawab, kemungkinan banyak sekali dania tidakmengenyampingkan kemungkinan yang satu itu (maksudnya pembuatan pabrik).

Di tempat yang sama, Kepala Negara juga menerima Ka Bulog Bustanil Arifin.

Sebelum menghadap Presiden, Ka Bulog menjawab pertanyaan mengenai berita pers tentang beras rusak yang dibawa oleh kapal “Lita I” mengatakan, Bulog tidak mengajukan klaim terhadap kapal tsb tetapi kepada PT. Dharma Pasifik yang mencarter kapal itu.

Dijelaskan dari muatan 9.000 ton lebih, 3.000 ton lebih rusak, termasuk 1.800 ton yang rusak sama sekali.

Di antara beras yang masih baik itu sudah ada yang dijual dengan nilai sekitar Rp 200 juta (tidak disebut rupiah atau dollar-red) sedangkan nilai seluruh tuntutan menurut Ka Bulog berjumlah sekitar US$ 700 ribu. Setelah Ka Bulog, Presiden menerima Dr. Rubiono, Wakil I Ketua Team dokter Presiden. (DTS)

Jakarta, Sinar Harapan

Sumber: SINAR HARAPAN (22/03/1978)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 765.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.