PEMAKAMAN MANTAN MENPEN H. BUDIARDJO BERLANGSUNG KHIDMAT

PEMAKAMAN MANTAN MENPEN H. BUDIARDJO BERLANGSUNG KHIDMAT[1]

 

 

Megelang, Antara

Pemakaman secara militer atas jasad mantan Menteri Penerangan Marsekal Madya TNI Purn. H.  Budiardjo di pemakaman umum di dusun Pondok, desa Jikalan, kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu sore berlangsung khidmat.

Bertindak sebagai inspektur upacara pemakaman adalah mantan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Purn Rilo Pambudi dan dihadiri Endang Hutami Adiningsih (putri Presiden Soeharto), Dirjen Penerangan Umum Departemen Penerangan Sudaryanto serta Ny Soepardjo Roestam .

Di samping itu, tampak hadir pula dalam upacara pemakaman mantan Menpen yang meninggal di Jakarta hari Sabtu (15/3) pukul 00.40 WIB itu adalah Bupati Magelang Kardi, Walikota Semarang Sutrisno Suharto, Danlanud Adisucipto Yogya Marsma TNI Lambert Silooy, Kapolwil Kedu Kolonel Pol AE Rustandi.

Jenasah mantan Menpen itu tiba di rumah keluarga di dusun Tingal, desa Wanurejo, kecamatan Borobudur, kabupaten Magelang, dari Yogyakarta pukul 14 .30 WIB, yang memungkinkan masyarakat memberi penghormatan terakhir.

Sekitar pukul 15.00 WIB, jenazahnya diberangkatkan ke pemakaman umum dan keluarga, yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumah orangtuanya dan proses pemakaman itu selesai sekitar pukul 16.15 WIB.

Di sepanjang jalan antara rumah duka hingga pemakaman tersebut, ribuan masyarakat berjajar untuk memberi penghormatan kepada tokoh yang begitu akrab dengan masyarakat setempat tersebut.

Bahkan, sebelum meninggal atau tepatnya ketika bersilaturahmi dengan masyarakat di Tingal, Budiardjo berpesan kepada masyarakat setempat agar tetap rukun.

“Ciptakan kerukunan beragama. Jangan meniru kasus di Situbondo dan sebagainya. Masyarakat di sini harus maju dan jangan kalah dengan penduduk lain,” katanya seperti yang dituturkan masyarakat setempat.

Padahal, lanjut mereka, pada saat itu, kondisinya sudah sakit dan saat menyampaikan pesan itu berada di atas kursi roda, tetapi karena begitu memikirkan penduduk daerah itu, Pak Budiardjo menyampaikan pesan tersebut.

Jenasah mantan Menpen tersebut dimakamkan di dekat makam ibunya, Ngt Sulimah Tjkrodisastroo. Budiardjo, lahir di Borobudur, 16 November 1921, menjabat Menteri Penerangan tahun 1968-1973. Ia juga pernah menjabat Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur dan Prambanan. (U.SMR-K01/SMR-002/B /DN01/RU2)

Sumber: ANTARA (15/03/1997)

________________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 782-783.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.