PELRA USULKAN PRESIDEN SOEHARTO BAPAK PEMBANGUNAN

PELRA USULKAN PRESIDEN SOEHARTO BAPAK PEMBANGUNAN

Dewan Pimpinan Pusat Pelayanan Rakyat (pelra) mengusulkan kepada Pimpinan MPR/DPR RI agar Presiden Soeharto selaku Mandataris MPR ditetapkan sebagai "Bapak Pembangunan Nasional" pada Sidang Umum MPR yang akan datang.

Pernyataan warga Pelayaran Rakyat Seluruh Nusantara tersebut disampaikan oleh Ketua Umum DPP Pelra Drs.H.La Ode Manarfa dan Sekretaris Jenderal Drs. G.Sugiharso kepada Wakil Ketua MPR RI H.Achmad Lamo di gedung MPR/DPR RI, Sabtu siang.

Sebagai dasar pertimbangan usul tersebut, Ketua Umum DPP Pelra La Ode Manarfa menyebutkan, pembangunan nasional yang dilaksanakan dengan tahap-tahap Repelita di bawah kepemimpinan. Orde Baru telah dirasakan secara merata di seluruh kepulauan Nusantara.

Pembangunan nasional yang dilaksanakan di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto selaku Pimpinan Orde Baru akan dapat menjamin pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen dan sekaligus menjamin peningkatan dan kesinambungan pembangunan serta Kepemimpinan Nasional tetap di tangan Orde Baru.

DPP Pelra juga merasakan betapa Presiden Soeharto telah memberikan perhatian yang cukup besar kepada Pelayanan Rakyat dengan meletakkan dasar-dasar modernisasi melalui bantuan berupa kredit motorisasi.

Semua bantuan Presiden tersebut dapat dirasakan oleh warga pelayanan rakyat di seluruh pelabuhan dan lautan Nusantara guna meningkatkan partisipasinya dalam menunjang pembangunan nasional.

Wajar

Wakil Ketua MPR H. Achmad Lamo dalam kesempatan itu menjelaskan, menyatakan, wajarlah kalau seluruh Bangsa Indonesia mengusulkan agar kepada Presiden Soeharto dianugerahkan gelar "Bapak Pembangunan Nasional", karena hampir semua gagasan-gagasan maupun ide-ide yang menyangkut kepentingan rakyat datangnya dari Presiden Soeharto.

Seperti Bimas, kredit candak kulak dan sebagainya semuanya dicetuskan oleh Presiden Soeharto, kata Achmad Lamo. (DTS)

Jakarta, Suara Karya

Sumber: SUARA KARYA (31/08/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 233-234.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.