PELAYARAN NASIONAL DAPAT TINGKATKAN DAYA SAING EKPOR

PELAYARAN NASIONAL DAPAT TINGKATKAN DAYA SAING EKPOR[1]

 

Jakarta, Antara

Pelayaran nasional saat ini mampu meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia di pasar Internasional asalkan pemilik barang dan pengusaha pelayaran mau duduk bersama-sama untuk menentukan kontrak jangka panjang dan tarif angkutan yang ideal.

Sekjen Asosiasi Pelayaran Nasional Indonesia (INSA) Barens Th Saragih menegaskan hal itu kepada ANTARA di Jakarta, Selasa, ketika diminta komentarnya mengenai keinginan Presiden Soeharto agar para eksportir dan importir mau menggunakan pelayaran nasional.

Ketika menerima Wakil dan Pelaksana Harian Dewan Kelautan Nasional Soesilo Soedarman, Presiden menyetujui agar komoditas ekpor unggulan yakni plywood dan tekstil menggunakan pelayaran nasional.

Presiden bahkan menyetujui pembebasan pajak bagi seseorang yang menjual kapal untuk keperluan membeli kapal baru.

Menurut Barens, iklim usaha pelayaran saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu.

“Beberapa deregulasi ekonomi yang menyangkut aspek pelayaran telah menimbulkan iklim usaha pelayaran menjadi lebih baik. Banyak pengusaha pelayaran yang mau mendaftarkan kapalnya di Indonesia dan banyak pula perbankan asing menawarkan pinjaman lunak untuk pembangunan kapal di negerinya, misalkan perbankan dari Amerika, Belanda, dan Inggris.” ujar Barens.

Ia mengemukakan dengan adanya kesepakatan penurunan bea masuk di berbagai kawasan perdagangan dan deregulasi ekonomi di banyak negara, marjin laba produk ekspor makin kecil.

Menurut dia, dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, salah satu yang bisa diandalkan untuk meningkatkan laba dan daya saing produk ekspor ialah aspek logistik atau transportasi.

“Dengan adanya transparansi antara pemilik barang dengan pengusaha pelayaran akan dihasilkan suatu biaya transportasi yang efisien dan komptetif bagi produk ekspor.” kata Sekjen INSA itu.

Selain itu, katanya dampak positif lainnya adalah meningkatnya peranan industri galangan kapal dan docking kapal yang banyak menyerap tenaga kerja.

Dengan demikian, INSA sangat mendukung dan gembira sekali dengan keinginan Presiden agar pelayaran nasional dapat berperan lebih besar pada kegiatan ekspor ­impor.

Pangsa pelayaran nasional pada ekspor-impor saat ini hanya sebesar tiga persen, selebihnya 97 persen dikuasai asing. Pada tahun 2003 nanti, INSA mentargetkan pangsa pelayaran nasional sebesar 10-15 persen, sedangkan pangsa angkutan antar pulau (domestik) sebesar 70 persen. Saat ini, pangsa pelayaran nasional pada angkutan domestik hanya sebesar 55 persen.

Sumber : ANTARA (08/04/1997)

________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 307-308.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.