PELAKSANAAN INPRES N0.12/1982 TIDAK AKAN TUMPANG -­ TINDIH

PELAKSANAAN INPRES N0.12/1982 TIDAK AKAN TUMPANG ­- TINDIH

Dikeluarkannya lnstruksi Presiden No. 12 Tahun 1982 tentang "Pembinaan Politik Generasi Muda", dalam pelaksanaannya tidak akan saling tumpang-tindih dengan berbagai bentuk kegiatan pembinaan politik bagi generasi muda yang Juni telah ada atau sedang dilaksanakan.

Kalau unsur-unsur kurang baik di kalangan generasi yang lebih tua itu kebetulan menduduki posisi-posisi penting dalam kehidupan bernegara.

Kenyataannya, memang ada orang-orang yang sebenarnya kurang "qualified" sebagai warga negara (menurut ukuran yang dijabarkan dalam Instruksi Presiden), toh kita lihat tampil ke depan di berbagai bidang kehidupan bermasyarakat. Mungkin ini bisa disebut salah satu ironi kehidupan.

PENDIDIKAN politik tentunya tidak cukup kalau hanya dilakukan secara verbal, apalagi sifatnya indoktrinatif. Sebab pendidikan politik ini bermaksud menanamkan nilai-nilai dan sikap yang harus dihayati.

Maksud ini tidak akan tercapai dengan cara indoktrinasi, seperti telah disinggung oleh Jujun S. Suriasumantri dalam tulisannya "Perspektif Pembangunan Manusia" (Kompas, 16 Agustus 1982, halaman IV).

Ia katakan, Indoktrinasi merupakan proses pendidikan minus analisis yang bersifat kritis.

Dengan demikian manusia dipaksa menerima kebenaran tiap pernyataan dengan "mem-by-pass" penalarannya. Kegiatan seperti ini akan membunuh unsur efektif yang sangat penting untuk pembentukan sikap.

PENDAPAT Jujun Suriasumantri itu perlu kiranya mendapat perhatian dalam pelaksanaan pendidikan politik di kalangan generasi muda kita. baik yang dilaksanakan lewatjalur-jalur pendidikan formal maupun non-formal.

Nilai-nilai dan sikap yang hendak ditanamkan, tidak dengan sendirinya harus dikemukakan dalam bentuk tersendiri. Dalam pelajaran dan pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi misalnya, nilai -nilai itu dapat diluluhkan dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan.

Juga diluluhkan dalam tindak-langkah sehari-hari para pendidik sendiri maupun dijiwakan dalam seluruh cara penyelenggaraan sekolah di masyarakat luas, materi pendidikan politik juga akan lebih mudah diterima dan dihayati oleh generasi muda, apabilla nampakjelas mewujud pada seluruh penyelenggaraan kehidupan bemegara dan bermasyarakat. (RA)

Jakarta, Kompas

Sumber : KOMPAS (21/08/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 805-807.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.