PELAJARAN SEJARAH PERJUANGAN BANGSA AGAR DIINTENSIFKAN

PELAJARAN SEJARAH PERJUANGAN BANGSA AGAR DIINTENSIFKAN

Presiden Soeharto minta agar isi dan cara pendidikan mengenai sejarah perjuangan bangsa Indonesia hendaknya lebih diintensifkan lagi terutama bagi tingkat sekolah menengah.

Hal ini disampaikan Kepala Negara Rabu siang kepada Drs. Murdiono (Sekretaris Kabinet). Prof. Nugroho Notosusanto (Rektor UI dalam hal ini sebagai sejarahwan), Prof. Dardji Darmodihardjo (Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah). Basuni Ketua PGRI) dan Hari Suharto (Kepala BP7) di Bina Graha.

Menurut Sekkab Murdiono, dalam hal ini Kepala Negara berpendapat hendaknya sejarah perjuangan bangsa Indonesia lebih diintensifkan lagi agar supaya semangat kebangsaan pada generasi muda dapat lebih dimanfaatkan dan diperkuat.

Kepada ke lima orang pejabat ini Kepala Negara minta agar memikirkan cara yang paling tepat dalam melaksanakan pendidikan sejarah perjuangan bangsa tsb.

Dikatakan, berdasarkan pengalaman yang ditemui selama ini. Sangatlah terasa perlu secara terus-menerus ditanarnkan semangat kebangsaan yang kuat.

Menjawab pertanyaan Moerdiono mengatakan dengan diintensifkannya pelajaran sejarah perjuangan bangsa dalam isi dan cara bukanlah berarti bahwa yang sudah ada sekarang dinilai kurang baik. Tapi, demikian tambahnya, usaha yang akan dilakukan adalah menyempurnakan apa yang selama ini dirasa masih kurang.

Moerdiono mengatakan kepada pers Kepala Negara berharap dengan adanya penyempurnaan dalam isi dan cara pendidikan tsb maka anak didik yang menerima pelajaran sejarah perjuangan bangsa tidak hanya menerimanya sebagai sekedar pengetahuan tapi juga meresapi nilai yang dikandung dalam pelajaran tsb:

Ditegaskan juga oleh Moerdiono, dengan adanya sikap yang demikian itu dari Kepala Negara, bukanlah berarti pula bahwa akan ada buku wajib yang baru dan harus dimiliki oleh para anak didik.

Dengan menunjukkan kepada wartawan tiga buah buku yang merupakan satu buah seri buku yang merupakan satu seri dengan judul "Sejarah Indonesia" Notosusanto sebagai Editor, Moerdiono katakan, buku ini sudah ada di sekolah.

Menjawab pertanyaan lain Moerdiono mengatakan bahwa mereka berlima ini mungkin saja akan bertambah jumlahnya karena tentu akan ditambah dengan mereka yang dinilai mempunyai keahlian bidang tsb.

Diakui juga olehnya bahwa berhasil atau tidak sasaran yang ingin dicapai tentunya tergantung pula pada tenaga yang akan memberikan mata pelajaran itu. (RA)

Jakarta, Sinar Harapan

Sumber : SINAR HARAPAN (27/05/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 1065-1066.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.