PEACOCK DATANG TANPA MEMBAWA SARAN2 KHUSUS

PEACOCK DATANG TANPA MEMBAWA SARAN2 KHUSUS

Presiden Soeharto, Sabtu pagi, didampingi Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Australia Andrew Peacock yang didampingi oleh Duta besar Australia di Indonesia.

Dalam pertemuan tsb, menurut Peacock kepada wartawan, melakukan tukar pikiran dengan Kepala Negara mengenai berbagai hal.

Dikatakan, tidak ada pembicaraan khusus yang menyangkut hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia, melainkan menyangkut situasi dunia dewasa ini seperti misalnya campur tangan Soviet di Afghanistan dan kemelut di Indo – Cina.

Pemerintah Australia sedang memikirkan untuk mengadakan perubahan atas anggaran pertahanan negaranya. Diharapkan pada bulan mendatang anggaran pertahanan Australia sudah akan lebih meningkat lagi, kata Menlu Peacock.

Menlu Australia, Andrew Peacock tiba di Halim PK Jumat malam dengan suatu rombongan yang lumayan besar, diangkut dengan pesawat khusus Boeing-707 milik Angkatan Udara Australia. Ia disambut oleh Dirjen Protokol dan Konsuler Deplu, Joop Ave dan Sekretaris Ditjen POL, Akusa.

Peacock berkata, ia pada dasarnya datang ke Indonesia hanya untuk saling bertukar pandangan dan berkonsultasi, terutama dalam hubungan dengan intervensi militer Uni Soviet di Afghanistan.

Menlu Australia itu berkata ia tidak membawa saran khusus. Hanya untuk bertukar pandangan dan persepsi agar di dalam memformulasikan politik luar negeri, Australia tidak di luar jangkauan kejadian akhir2 ini dengan hanya berkonsultasi dengan Amerika Serikat umpamanya. Namun dalam jangka menengah, Australia menganggap hal itu betul2 mendasar.

Sebegitu jauh kata Peacock, serangkaian konsultasi yang sudah dilakukannya itu memberi harapan. "Bagaimana dengan New Delhi?" wartawan bertanya dan dijawab Menlu Australia itu bahwa Ny. Indira Gandhi dengan jelas berkata bahwa ia tidak bisa menyetujui sebuah negara menyerang negara lainnya.

Perbedaan bukan mengenai intervensi Uni Soviet, namun pada pemberian tambahan senjata kepada Pakistan yang mempunyai perbatasan dengan negara yang diserang Uni Soviet itu. Peacock mengutip Ny. Gandhi yang berkata bahwa serangan Uni Soviet tidak cukup menjadi alasan bagi Amerika memberikan senjata.

Peacock mengerti mengenai kecemasan Ny. Gandhi namun ia percaya pemberian tambahan senjata kepada Pakistan tidak akan sampai menimbulkan kekuatiran dan ketidakpastian serta menambah ketegangan dalam masalah yang sedang dihadapi.

Peacock berpendapat bahwa serangan langsung Uni Soviet ke sebuah negara dunia ketiga untuk pertama kali, dan bukan anggota Pakta Warsawa, kemudian menguasai negara itu membuka skenario dan berbagi pilihan.

Australia ingin mensurvei berbagai pilihan tsb dan sikap dari negara yang oleh karena lokasinya kemungkinan membaca keadaan secara berbeda. Namun dari berjalananya ke enam negara begitu jauh, semuanya katanya mengutuk intervensi militer Uni Soviet ke Afghanistan itu.

Jakarta, Sinar Harapan

Sumber: SINAR HARAPAN (02/02/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 531-533.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.