PASAL DUA KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG PUNGUTAN DAN PERIMBANGAN IHH DAN IPEDA DIRUBAH

PASAL DUA KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG PUNGUTAN DAN PERIMBANGAN IHH DAN IPEDA DIRUBAH

Presiden Soeharto melalui surat keputusan nomor 37 tahun 1980 tertanggal 24 Juli 1980 merubah Keputusan Presiden nomor 55 tahun 1974 tentang pelaksanaan pungutan dan perimbangan pembagian penerimaan iuran hasil hutan (IHH) dan iuran pembangunan daerah (lpeda) yang menyangkut pada pasal dua dan menambah satu pasal lagi sehingga menjadi delapan pasal.

Pada pasal dua keputusan No. 55 tahun 1974 seluruhnya dihapus dan diganti dengan ketentuan baru yang berbunyi seperti berikut :

Perimbangan pembagian luran Hasil Hutan, ditetapkan sebagai berikut :

a. 20 persen pembiayaan iuran pembangunan daerah (Ipeda) berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

b. 40 persen untuk pembiayaan propinsi yang bersangkutan.

c. 15 persen untuk pembiayaan pembangunan kehutanan daerah.

d. 25 persen untuk pembiayaan rehabilitasi hutan dan kehutanan secara nasional.

Berdasarkan ketetapan yang baru maka setelah pasal empat pada ketetapan baru disiapkan pasal baru pasal lima yang berbunyi :

(1) Bagian pungutan yang disediakan untuk pembangunan kehutanan daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal I angka 1 huruf C dibukukan untuk keuntungan rekening Direktur Jenderal Kehutanan, Departemen Pertanian,

(2) Penggunaan dana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh Menteri Pertanian setelah mengadakan koordinasi dengan Departemen2/instansi lain yang bersangkutan.

Perimbangan diadakan perubahan itu adalah untuk lebih meningkatkan dan memanfaatkan pembangunan hutan dan kehutanan daerah, perlu mengatur kembali perimbangan pembagian penerimaan iuran hasil hutan dan Ipeda.

Keputusan Presiden itu mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, yaitu 24 Juli 1980. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (31/07/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 796-797.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.