PARKINDO MENGHARGAI “LENGSER KEPRABON”

PARKINDO MENGHARGAI “LENGSER KEPRABON”[1]

 

Jakarta, Suara Pembaruan

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partisipasi Kristen Indonesia (DPP Parkindo) Sabam Sirait menyatakan pihaknya sangat menghargai pemyataan Presiden Soeharto untuk “Lengser Keprabon” demi menyelamatkan bangsa Indonesia. Sebab hal itu merupakan keinginan murni dari Kepala Negara termasuk menyetujui reformasi.

Hal itu dikemukakan Sabam Sirait yang didampingi Sekretaris Jenderal Parkindo, Supardan MA dalam pertemuan dengan wartawan yang didahului Pembacaan Pernyataan Sikap, hari Sabtu (16/5) di Jakarta. Ia didampingi Pengurus DPP Parkindo masing-masing, Doloksaribu Mlng, Theo Formes, Ir. Suyapto T dan Dr. Kari Phil Erari dan Handoyo.

Menurut Sabam, Parkindo sependapat dengan pernyataan Presiden Soeharto untuk reformasi yang keseluruhan diserahkan kepada DPR/MPR sebagai wakil rakyat.

“Biarlah Partai Politik (Partai Demokrasi Indonesia, Partai Persatuan Pembangunan) dan Golongan Karya (Golkar) menentukan cara-cara yang tepat untuk melakukan suksesi dan reformasi sesuai permintaan rakyat. Parkindo hanya menyuarakan pokok­-pokok pikiran praktis di bidang politik,” ujar Sabam.

Menjawab pertanyaan visi reformasi yang diinginkan mahasiswa dan masyarakat, Sabam Sirait mengatakan sebenarnya keinginan utama adalah suksesi kemudian reformasi. Misalnya keinginan Kepala Negara untuk melakukan “Lengser Keprabon” diikuti dengan perbaikan di bidang perundang-undangan politik, ekonomi dan hukum. Misalnya, perbaikan terhadap lima paket undang-undang di bidang politik, melahirkan undang-undang anti monopoli, undang-undang di bidang hukum, pencabutan undang­-undang anti subversi dan sebagainya.

Di bidang hukum, perlu dilahirkan undang-undang untuk melindungi warga negara agar merasa aman. Sedangkan untuk UU Anti Monopoli, Kartel dan Persaingan Usaha dibuat agar tidak lagi terjadi monopoli di bidang ekonomi sehingga menyengsarakan rakyat.

Menjawab pertanyaan tentang bagaimana menyelesaian masalah suksesi dan reformasi, Sabam Sirait mengungkapkan hendaknya disesuaikan dengan keadaan dan kondisi serta budaya bangsa Indonesia seperti diamanatkan UUD 1945 dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

“Biarlah Ketua DPR/MPR memikirkan hal itu. Mereka harus kerja keras untuk melaksanakan aspirasi masyarakat sehingga mengurangi kerugian bangsa akibat berbagai masalah sosial dewasa ini,” ujarnya.

 

Kerusuhan Sosial

Menjawab pertanyaan wartawan tentang masalah kerusuhan sosial, Sabam Sirait mengatakan pihaknya tidak setuju dengan penyelesaian yang penuh kekerasan. Karena akan merugikan semua pihak, mestinya diselesaikan secara kemanusiaan.

Mengenai penjarahan, kata Sabam apa pun alasannya bertentangan dengan ajaran agama dan undang-undang. Apakah penjarahan kecil apalagi “penjarahan besar”, sangat tidak kita kehendaki.

“Dalam penyelesaian masalah penjarahan jangan main hakirn sendiri. Semua pihak supaya berkepala dingin dalam menyelesaian berbagai masalah supaya negara ini tetap negara kesatuan Republik Indonesia. Jangan sampai hal-hal itu menimbulkan disintegrasi antar kita. Sebab bagaimanapun semua pihak menginginkan negara kesatuan ini tetap utuh dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.

 

Pernyataan Sikap

Sementara itu sesuai dengan Rapat Kerja Nasional Patisipasi Kristen Indonesia di Surabaya pada tanggal 28-29 November 1997 yang meyakini suksesi kepemimpinan nasional pasti terjadi dan merupakan kebutuhan untuk dapat melakukan perubahan di Indonesia, maka DPP Patkindo mengeluarkan pernyataan sikap. Yang mengacu kepada reformasi-reformasi di bidang politik, ekonomi dan hukum dengan berpijak pada peran gereja, masyarakat dan bangsa, dimana DPP Parkindo menyetujui pengunduran diri Bapak Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia dan menyerahkan kepada rakyat untuk menentukan penggantinya secara konstitusional.

Dalam pernyataan yang ditandatangani Sabam Sirait dan Sekjen, Drs Supardan MA menyatakan pihaknya menyatukan diri dengan gerakan dan perjuangan mahasiswa dan rakyat Indonesia untuk melaksanakan reformasi dan menyambut gembira sikap ABRI yang menyatakan mendukung serta siap melaksanakan reformasi.

Disamping itu, DPP Parkindo mengingatkan dalam melaksanakan reformasi, diminta kepada semua pihak untuk tidak menggunakan cara penyelesaian politik dengan mengobarkan suku, agama, ras (SARA) yang seakan-akan diorganisir.

Dalam pernyataan sikap itu, DPP Parkindo menyerukan kepada seluruh komponen bangsa dan masyarakat untuk bersatu pada mengakhiri tindakan kekerasan yang sedang terjadi dan diminta agar ABRl dengan segera mengumumkan pelaku dan aktor intektual dan kerusuhan dan tindak kekerasan tersebut serta menyelesaikannya sesuai hukum dan keadilan.

DPP Parkindo atas nama warganya menyatakan rasa turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban dalam berbagai insiden di seluruh Indonesia. DPP Parkindo mengajak semua pihak untuk berdoa serta berharap semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati gerakan dan pejuangan Bangsa Indonesia melakukan reformasi untuk mencapai tujuan Proklamasi 17Agustus 1945 yaitu masyarakat sejahtera, adil, makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. (W-8).

Sumber: SUARA PEMBARUAN (17/05/1998)

_____________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 319-321.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.