PARA INSPEKTUR JENDERAL DIMINTA BERTEMU PRESIDEN

PARA INSPEKTUR JENDERAL DIMINTA BERTEMU PRESIDEN

Presiden Soeharto minta para inspektur jenderal dari semua departemen dan instansi non departemen untuk lebih mengefektifkan pengawasan sesuai dengan fungsinya sebagai pimpinan.

Dalam bulan Agustus ini Presiden Soeharto akan mengadakan pertemuan khusus dengan para inspektur jenderal berbagai instansi.

Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PPLH) Emil Salim mengatakan hal itu seusai diterima Presiden Soeharto di Bina Graha hari Sabtu.

Ia melaporkan persiapan pertemuan Kepala Negara dengan para inspektur jenderal tersebut. Kapan persisnya pertemuan itu, belum dapat dijelaskan, tapi kemungkinan setelah tanggal 17 Agustus.

Menjawab pertanyaan apakah Presiden kurang puas terhadap hasil pengawasan selama ini, Emil Salim mengatakan "hal itu bisa diketahui nanti dari bagaimana isi petunjuk-petunjuk yang diberikan Kepala Negara. Namun demikian, tambah Emil Salim, "hari ini mestilebih baik dari hari kemarin."

Soal Kredibilitas

Ketika dikemukakan pendapat bahwa hasil pengawasan selama ini belum dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan dapat mempengaruhi kredibilitas pengawasan, Emil Salimkurang sependapat.

"Tidak bisa dikatakan kredibilitasnya menurun. Yang penting adalah mengusahakan terus agar kadar pengawasan ini meningkat. Apakah tidak mencapai angka delapan, itu soal lain," ujar menteri.

Dikatakan, hasil dari pengawasan tersebut ibaratnya merupakan hasil "total football". Yang penting harus dirasakan bahwa kredibilitas pengawasan itu tidak menurun. Tetapi diakui memang sulit untuk mendukungnya dengan data mengenai hasil pengawasan. Sebab kredibilitas itu biasanya sifatnya kualitatif. "Dan soal kualitatif ini sulit diterjemahkan dalam angka," demikian antara lain Emil Salim.

Beberapa waktu lalu Menteri Emil Salim pernah menjanjikan untuk mengumumkan hasil pengawasannya terhadap sekitar 200 perusahaan negara.

Ketika ditagih hari Sabtu, Emil Salimberalasan bahwa pengumuman yang dimaksudkannya "bukan untuk wartawan, tetapi untuk instansi yang berhubungan dengan perusahaan negara tersebut." (RA)

Jakarta, Kompas

Sumber: KOMPAS (02/08/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 754-755.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.