PAPAN PARTIKEL AGAR DITINGKATKAN SEEFISIEN MUNGKIN

PAPAN PARTIKEL AGAR DITINGKATKAN SEEFISIEN MUNGKIN

Jakarta, Antara

Menteri PU Ir. Radinal Moochtar minta agar pengelolaan papan partikel (particle board) ditingkatkan seefisien mungkin sehingga harganya bisa terjangkau masyarakat bawah.

“Karena papan cetakan pabrik ini terbuat dari sisa dan limbah kayu, usahakan pergunakan limbah kayu tersebut sebanyak mungkin,” kata Menteri ketika meninjau Pabrik Papan Partikel dan Komponen Kayu Suryakencana di Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Senin.

Semakin banyak limbah tersebut dimanfaatkan untuk pencetakan papan, akan semakin berkurang penebangan pohon, ujar Menteri dengan mengambil contoh di Kalimantan dan Sumatera.

Langkah penghematan sumberdaya ini akan menghasilkan nilai tambah sehingga harga papan partikel nantinya akan lebih murah di pasaran, tambah Radinal.

Dalam kunjungan tersebut, Radinal Mochtar didamping Menteri Perumahan Rakyat Ir. Siswono Yudohusodo, Dubes Belgia untuk IndonesiaN estor Cockx dan Kepala Unit Produksi pabrik tersebut, Ir. Sugiarto.

Pabrik ini mendapat bantuan hibah Pemerintah Belgia berupa mesin dan peralatannya. Radinal juga minta agar dicarikan bahan bangunan untuk papan partikel itu yang lebih canggih untuk bisa dijadikan bahan bangunan perumahan disamping sebagai bahan furnitur.

Sejak dibangunnya pabrik percontohan ini tahun 1983, papan partikel ini banyak digunakan untuk pembuatan furnitur, padahal tujuan semula pencetakan papan tersebut salah satunya adalah untuk penunjang produksi besar-besaran Perumnas, ujar Radinal.

Sementara itu Direktur Utama Perumnas Ir. Suradi mengatakan, pihaknya hingga kini tidak menggunakan papan tersebut sebagai bahan interior Perumnas karena papan tersebut dianggap berlumut dan rusak bila terkena air.

Masyarakat Indonesia, menurut Suradi, masih melihat rumah yang sebenamya adalah rumah tembok, bukan papan.

”Tapi bila masyarakat belum terbiasa dengan bahan ini, dalam waktu mendatang, perlu digalakkan promosi papan partikel tersebut,” kata Kepala Humas Perum Perumnas Ir.Aziz Dahlan.

Bila pabrik yang berada di bawah naungan Perumnas ini mampu menciptakan harga dinding yang terbuat dari papan tersebut lebih murah ketimbang harga pasaran, Aziz yakin masyarakat akan lebih cenderung membeli papan tersebut.

Pabrik yang pembangunannya dilakukan Puslitbang Pemukiman Ditjen Cipta Karya PUTL ini diresmikan Presiden Soeharto 2 Agustus 1975.

Menurut Sugiarto, realisasi produk papan partikel ini sejak tahun 1979 hingga 1988 mencapai lebih dari 26.403 ton, sedangkan realisasi produk komponen kayu rumah sejak tahun 1976 hingga 1988 telah mencapai 30.933 rumah.

Realisasi produk lainnya antara lain mebel sekolah sejak tahun 1978 hingga tahun ini mencapai 8.628 kelas di beberapa kabupaten di Jawa Barat.

Keberhasilan ini terlihat dengan beroperasinya enam Pabrik Papan Partikel swasta, yaitu dua di Sumatera, dua di Kalimantan dan selebihnya yang kini sedang dibangun berada di Kalimantan, tambah Sugiarto.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (19/08/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 348-349.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.