Panglima TT VIII Cendrawasih

Panglima TT VIII Cendrawasih[1]

 

SEDANGKAN di TT IV Diponegoro adalah ; KSAD Jenderal Mayor AH Nasution menetapkan Kolonel Bambang Supeno sebagai panglima menggantikan Kolonel M Bahrum.

Letnan Kolonel Soeharto yang pada waktu itu sebagai Kepala Staf TT IV Diponegoro ditetapkan sebagai Panglima TT VIII Cendrawasih—teritorium yang baru akan dibentuk, meliputi teritorial Ambon dan Irian Barat yang pada waktu itu masih dikuasai Belanda.

Alasan Nasution, diperlukan perwira yang memiliki reputasi dan sarat pengalaman di berbagai pertempuran untuk teritorium yang akan dibentuk itu karena teritorialnya mencakup Irian Barat yang pada waktu itu masih menjadi sengketa dengan Belanda.

Seperti berbagai penolakan yang dilakukan oleh beberapa Panglima Tentara Teritorium dan staf di MBAD, pengangkatan Kolonel Bambang Supeno menjadi Panglima TT IV Diponegoro juga mendapat penolakan dari para perwira TT IV Diponegoro.

Perwira-perwira TT IV Diponegoro yang menolak pengangkatan Kolonel Bambang Supeno sebagai Panglima TT IV Diponegoro antara lain, Mayor Yoga Sugomo, Mayor Suryo Sumpeno, Kapten Ali Murtopo.

____________________________________________________________

[1]Noor Johan Nuh,  “Pak Harto dari Mayor ke Jenderal Besar”, Jakarta : Yayasan Kajian Citra Bangsa, hlm 45.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.