PANGAD DJENDERAL M. PANGGABEAN PEMBARUAN STRUKTUR POLITIK

PANGAD DJENDERAL M. PANGGABEAN PEMBARUAN STRUKTUR POLITIK [1]

 * Agar Rakjat Dapat Bebas Menurut Tata Demokrasi

 

Djakarta, Angkatan Bersenjata

TNI-AD harus mensukseskan Repelita sebagai bukti bahwa Dwi Fungsi ABRI bukanlah bermaksud dan bertudjuan militerisme dan mendominasi kekuatan, tetapi djustru untuk menegakkan serta mengamankan kemurnian demokrasi Pantjasila dari penjelewengan dan perongrongan. Demikian ditandaskan oleh Pangad Djenderal M. Panggabean dalam apel Badan Pembina Corps Siliwangi.

Selandjutnja Panglima Angkatan Darat itu mengakui, bahwa belum berhasil ditanamkan pengertian tentang dwi fungsi ABRI kepada masjarakat, chususnja kepada orpol dan ormas.

Pengertian dan kepertjajaan mengenai dwi fungsi ABRI itu rupanja tidak dapat ditanamkan hanja dengan pernjataan2 sadja. Karena itu korps-TNI-AD harus membuktikan kedjudjuran aspirasi politik TNI-AD dengan mensukseskan rentjana induk pembangunan AD sebagai bagian integral dari pengamanan dan mensukseskan Repelita.

Kemudian dikemukakan pula oleh Djenderal Panggabean tentang penjehatan dan pembaharuan struktur politik, agar rakjat betul2 dapat merasa bebas menurut tata demokrasi memilih langsung wakil jang dipandang tjakap dan djudjur untuk memperdjuangkan kepentingannja.

Dalam amanat tertulisnja jang dibatjakan oleh Wapangad Ledjen Umar Wirahadikusumah dihadapan apel BPC Siliwangi jang dilangsungkan di Aula Indah VI Siliwangi, Bandung, Djenderal Panggabean mengingatkan kembali penegasan Presiden Soeharto jang menjatakan bahwa Repelita tidak bisa disukseskan hanja dengan diperdebatkan atau diseminarkan.

Sumber: ANGKATAN BERSENDJATA (17/02/1969)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 332-333.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.