PANGAB: TERSERAH KONGRES PDI ASAL JANGAN CACAT HUKUM 

PANGAB: TERSERAH KONGRES PDI ASAL JANGAN CACAT HUKUM [1]

 

Jakarta, Antara

Pangab Jenderal TNI Feisal Tanjung mengatakan, penentuan Ketua Umum DPP PDI diserahkan kepada “floor” Kongres PDI IV, di Medan, asal Ketua Umum itu tidak cacat hukum.

Pangab, usai melapor kepada Presiden Soeharto di kediaman, Jl.Cendana, Jakarta, Senin, juga menegaskan bahwa tidak ada “titipan-titipan “dalam Kongres PDI IV yang akan berlangsung, 21 sampai 25 Juli itu. Menurut Pangab, semua pihak menginginkan pimpinan yang baik. Kalau ada, pemimpinnya memiliki cacat hukum tentunya tidak baik.

Walaupun penentuan cacat hukum harus dibuktikan melalui pengadilan, namun jika ternyata yang terpilih benar cacat hukum, maka apakah harus diadakan kongres lagi. “Tentunya enggak kan,buang biaya. Kita mau pilih yang lebih bagus lagi,”kata Pangab.

Ia menambahkan, Presiden menegaskan bahwa penentuan Ketua Umum itu diserahkan kepada peserta Kongres. “Namun, kehendak kita, pemimpin itu jangan cacat hukum. Jangan sampai rakyat kecewa nantinya, lho pemimpin kita kok begitu,” tegas Pangab.

Pangab menilai pula bahwa situasi keamanan menjelang Kongres masih dalam tahap wajar. Namun, kalau berkepanjangan bisa menimbulkan situasi yang rawan.

“Hendaknya dijaga agar kongres berjalan sesuaiAD/ART dan jangan sampai melibatkan massa yang tidak terkendali,”tegas Feisal Tanjung.

Saat ini lima orang telah menyatakan diri siap dicalonkan sebagai Ketua Urnurn DPP PDI,masing-masing Soerjadi (Ketua Urnurn sekarang dan Wakil Ketua DPR­ MPR),Aberson Marie Sihaloho, Soetardjo Suriogoeritno, Budi Hardjono (ketiganya anggota DPR) dan Ismunandar (Wakil Ketua DPRD DKI). Feisal Tanjung mengatakan pula bahwa pada saat ini situasi keamanan di Indonesia bagus dan terkendali. (t/eu03/ll.OO/DN04/19/07/9311:38)

Sumber:ANTARA(19/07/1993)

___________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 668-668.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.