PAK NAS: PERNYATAAN PIMPINAN DPR ASPIRASI RAKYAT

PAK NAS: PERNYATAAN PIMPINAN DPR ASPIRASI RAKYAT[1]

 

 

Jakarta, Merdeka

Sesepuh ABRI, Jenderal Besar (Purn) Abdul Haris Nasution yang akrab di panggil Pak Nas ikut terlibat dalam perjuangan reformasi. Dalam pernyataan yang dikirimkan ke media massa kemarin dia minta ABRI menghormati dan mengamankan pernyataan yang disampaikan Pimpinan DPR tanggal 18 Mei.

Selengkapnya, pernyataan yang diberi judul Pendirian TNI/ABRI itu adalah sebagai berikut:

Mencermati perkembangan situasi nasional yang ada, khususnya pemyataan Menhankam/Pangab pada 18 Mei 1998, saya menyatakan hal-hal berikut :

  1. Sesuai dengan peran dan fungsinya sebagai Bhayangkari dan Pembela Bangsa, hendaknya ABRI tetap menempatkan diri sebagai prajurit pejuang yang membela dan memperjuangkan aspirasi dan kehendak rakyat, sesuai dengan Pancasila, UUD 1945 Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
  2. Bahwa substansi pemyataan yang disampaikan oleh Pimpinan DPR pada tanggal 18 Mei 1998 adalah cerminan dari kehendak rakyat, yang harus dihormati dan diamankan oleh semua kekuatan bangsa.
  3. Bahwa dalam mengatasi berbagai masalah nasional yang kritis dewasa ini, hendaknya semua kekuatan bangsa (termasuk Pemerintah dan ABRI) peka dan tanggap terhadap aspirasi dan kehendak rakyat, dan tidak menempuh cara-cara yang tidak konstitusional.
  4. ABRI hams selalu menanamkan dengan kuat di dalam hati sanubarinya amanat Panglima Besar Sudirman, bahwa TNI sebagai ksatria yang bertaqwa kepada Tuhan YME  “membela kejujuran, kebenaran dan keadilan.”

Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi perjuangan kita untuk Republik yang tercinta ini. Hanya ridho Tuhanlah yang menjadi mahkota bagi amalan manusia.

 

Jakarta, 19 Mei 1998.

ttd

AH Nasution

Jenderal Besar TNI

 

Sumber: MERDEKA (20/05/1998)

________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 396.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.