PAK HARTO ZIARAH KE MAKAM IBU TIEN

PAK HARTO ZIARAH KE MAKAM IBU TIEN[1]

 

 

Karanganyar, Suara Karya

KARANGANYAR (Suara Karya): Pak Harto, Rabu siang kemarin berziarah ke makam Almarhumah Ibu Tien di Astana Giribangun, kaki Gunung Lawu Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, berkaitan dengan peringatan setahun atau Mendhak Sepisan wafatnya Ibu Tien. Pak Harto didampingi putra putrinya.

Sebelum bertolak ke Solo, Presiden sempat menandatangani sampul dan prangko seri peringatan setahun meninggalnya Ibu Tien di kediaman Cendana.

Selasa siang setiba di Solo Pak Harto langsung menuju kediaman keluarga di Kalitan, untuk kemudian melakukan tahlilan. Seusai itu undangan terpilih mendahului naik ke Giribangun dalam dua gelombang pemberangkatan. Sedang Pak Harto beserta putra putrinya menyusul kemudian setelah usai shalat dzuhur.

Penjagaan di kediaman Kalitan maupun sepanjang jalan hingga masuk ke Astana Giribangun terasa sangat rapat. Pengamanan ketat bahkan sudah terasa mulai Selasa malam (15/4) saat diselenggarakan doa tahlil dan pembacaan Surat Yasin.

Wartawan sangat dibatasi ruang geraknya, dan hanya diperbolehkan sampai halaman, tidak diperkenankan naik ke pendopo. Berkali-kali pula wartawan diminta berkumpul guna dimintai identitas meski sudah mengenakan kartu pengenal yang dikeluarkan oleh korem setempat.

Selain itu izin meliput ke Giribangun pun simpang siur, sampai pembantu Asisten Dokumentasi dan Massmedia Setneg. Imam Supardi perlu menjembatani dan meneruskan keinginan pers tersebut ke Yayasan Mangadeg.

Melalui Drs Handartono, Humas Panitia Mangadeg, Soekamdani Sahid Gito Sardjono selaku pimpinan yayasan tersebut menolak memberikan izin kepada wartawan meliput sampai ke Astana Giribangun. Alasannya, nyekar di Giribangun merupakan acara keluarga.

Pak Harto tiba di Astana Giribangun pukul 14 .30 WIB setelah hujan reda. Pak Harto langsung menuju ke cungkup Astana diikuti peziarah lainnya yang telah tiba lebih dahulu dari Kalitan. Sekitar 200 peziarah memanjatkan doa bersama dengan Pak Harto dan keluarga. Di antara mereka ada antara lain Mensesneg Moerdiono, Mendikbud Wardiman Djojonegoro, Menpen Harmoko, Menristek BJ Habibie, Menkop Soebiakto Tjakrawerdaya, Menkeh Oetoyo Oesman, Pangab Jenderal TNl Feisal Tanjung, Menpera Akbar Tanjung, Kasad Jenderal TNI R Hartono dan Menpora Hayono Isman.

(A-6/KD-3/KD-12)

Sumber: SUARA KARYA (17/04/1997)

_____________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 691-693-694.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.