PAK HARTO YAKINKAN LAGI IMF PM Hashimoto dan Kanselir Kohl Sampaikan Kala Simpati PM Goh, Summers Jumpa Presiden Hari ini

PAK HARTO YAKINKAN LAGI IMF

PM Hashimoto dan Kanselir Kohl Sampaikan Kala Simpati PM Goh, Summers Jumpa Presiden Hari ini[1]

 

Jakarta, Media Indonesia

Deputi Direktur Pelaksana IMF Stanley Fischer menyatakan yakin pemerintah Indonesia pasti akan meneruskan program-program restrukturisasi sektor keuangan yang telah disepakati dengan IMF (Dana Moneter Internasional) bahkan akan memperkuat dan mempercepatnya.

“Presiden Soeharto dengan sangat tegas mengungkapkan hal itu dan menegaskan bahwa Indonesia akan melaksanakan program-program tersebut.” ujar Fischer seusai bertemu dengan Kepala Negara selama hampir dua jam di kediaman Jl. Cendana, kemarin.

Petinggi IMF itu berada di Jakarta untuk membuat rencana detail menjelang pertemuan antara Direktur Pelaksana IMF Michel Camdessus dan Presiden Soeharto dalam waktu dekat ini. Camdessus dijadwalkan tiba di Jakarta besok.

Camdessus terakhir kali bertemu dengan Presiden Soeharto di Bina Graha, November lalu, tak lama setelah IMF mengumumkan paket bantuan hampir US$ 40 miliar. Dalam pertemuan tersebut dia menerima jaminan dari Presiden bahwa paket program reformasi ekonomi yang didukung badan moneter internasional itu akan terlaksana dengan baik.

Ini merupakan pekan ekstra sibuk bagi Pak Harto. Wakil Menteri Keuangan AS Lawrence Summers kemarin sore tiba di Jakarta untuk menyampaikan ‘misi khusus’ dari Presiden Bill Clinton. Dia langsung mengadakan pertemuan dengan Menkeu Mar’ie Muhammad di Depkeu.

Dari Singapura dilaporkan, Perdana Menteri Goh Chok Tong hari ini juga akan mendarat di Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Soeharto.

Stanley Fischer mengemukakan, pemerintah Indonesia telah melaksanakan program IMF namun masih ada beberapa hal yang masih harus diselesaikan. Karena ada beberapa perubahan, tambahnya, maka perlu lebih memperkuat tindakan­tindakan yang sebenarnya sudah dilakukan.

Ditanya tentang evaluasi IMF terhadap RAPBN, Fischer mengatakan rencana anggaran itu merupakan dokumen yang sangat rumit, khususnya mengenai nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp.4.000.

“Itu sangat sulit untuk diperhitungkan secara cermat, sangat susah menentukan budgetnya karena nilai tukarnya belum stabil,” jelas pejabat IMF itu.

Presiden, kata Fischer, telah menjelaskan apa yang harus dilakukan dan memang perlu langkah lebih lanjut dari RAPBN pertama yang sudah dipresentasikan.

“Apa yang dipresentasikan oleh Presiden itu merupakan presentasi pertama. Itu harus dikembalikan kepada DPR dalam beberapa hal sehingga lebih spesiflk. Kerangka dasarnya sudah bagus, namun masih harus lebih diperjelas detailnya.”

Menurut dia, pemerintah Indonesia sudah berkomitmen melaksanakan program kebijaksanaan manajemen yang lebih kuat, dan kebijaksanaan struktural yang lebih yang harus diputuskan untuk jangka panjang, terutama dengan melihat perkembangan rupiah.

“Kepercayaan rakyat dan investor luar terhadap Indonesia tergantung pada bagaimana pemerintah Indonesia mengelola ekonominya, dan ini tergantung pada pemerintah mengelola budgetnya.” jelasnya.

Selain bertemu utusan IMF, Pak Harto kemarin sore mengadakan pembicaraan telepon selama 35 menit dengan PM Jepang Ryutaro Hashimoto.

Hashimoto, yang mengontak Pak Harto pada pukul 14.00 WIB, menekankan pentingnya memulihkan kepercayaan masyarakat internasional terhadap perekonomian Indonesia.

“Tugas itu bukan tugas yang ringan.” kata PM Hashimoto seperti dikutip Mensesneg Moerdiono.

Kepada pemimpin Jepang itu, Presiden menjelaskan apa yang terjadi saat ini adalah krisis kepercayaan terhadap mata uang rupiah, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Dalam pembicaraan telepon itu, kata Moerdiono, PM Hashimoto menyatakan keyakinannya di bawah kepemimpinan Pak Harto, bangsa Indonesia akan bisa melewati masa-masa sulit ini.

Sesudah berbicara dengan PM Jepang, pukul 16.20 WIB, Kanselir Jerman Helmut Kohl juga menelepon Pak Harto dan melakukan pembicaraan selama 10 menit.

Kepada Helmut Kohl, Pak Harto menjelaskan masalah yang sedang dihadapi Indonesia, serta hasil pembicaraannya dengan Stanley Fischer.

Setelah mendengarkan penjelasan Pak Harto, Kohl menyatakan harapannya bahwa bangsa Indonesia bisa segera mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.

Sumber : MADIA INDONESIA (13/01/1998)

____________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 687-688.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.